Mengenal Kartel Sinaloa dan CJNG, Dua Kartel Narkoba Terbesar di Meksiko

Para rekrutan Kartel Generasi Baru Jalisco di sebuah kamp pelatihan di pegunungan Michoacán. (Foto: El Pais/Cuartoscuro)

Mengenal Kartel Sinaloa dan CJNG, Dua Kartel Narkoba Terbesar di Meksiko

Riza Aslam Khaeron • 24 February 2026 16:28

Jakarta: El Mencho, pemimpin tertinggi Kartel Jalisco New Generation (CJNG), dilaporkan tewas pada Minggu, 22 Februari 2026, dalam sebuah operasi keamanan intensif yang dibantu dengan intelijen Amerika Serikat (AS)

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan bahwa sang gembong narkoba mengalami luka serius dalam bentrokan sengit antara pengawal elitnya dan pihak militer, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir saat sedang dievakuasi menuju Mexico City.

Kematian El Mencho ini segera memicu gelombang kekerasan terkoordinasi di berbagai wilayah Meksiko. Hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi pemerintah, sejumlah negara bagian dilanda blokade jalan massal dengan pembakaran kendaraan—sebuah taktik intimidasi brutal yang dikenal luas sebagai narcobloqueos.

Kericuhan massal yang melanda negara Amerika Latin tersebut bukanlah hal yang mengejutkan bagi pengamat internasional.

Meksiko kerap dijuluki sebagai Narco-state, sebuah istilah untuk negara di mana institusi-institusi sahnya telah dipenetrasi oleh kekuatan finansial dan pengaruh politik dari jaringan perdagangan narkoba ilegal.

Salah satu peran utama Meksiko dalam pasar gelap global saat ini adalah sebagai penyuplai utama fentanyl. Berdasarkan data Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) pada Juni 2025, sebanyak 9.200 lb (4.182 kg) fentanyl telah disita di Amerika Serikat sejak Oktober 2024.

Ironisnya, hampir seluruh hasil sitaan tersebut (96%) dicegat di koridor perbatasan barat daya yang bersinggungan langsung dengan wilayah kekuasaan kartel-kartel Meksiko.

Melansir The Insider, meski kartel-kartel ini secara tradisional masih diidentifikasi dengan awalan "narco", kepentingan ekonomi mereka kini telah berekspansi jauh melampaui sekadar menyelundupkan zat terlarang ke Amerika Serikat.

Kejahatan terorganisasi di Meksiko kini telah berakar kuat di berbagai sektor legal, mulai dari distribusi pangan, perdagangan bahan bakar (pencurian minyak), transportasi umum, hingga industri pertambangan.

Besarnya skala operasi ini didukung oleh tenaga kerja yang sangat masif. Pada tahun 2023, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science mengungkapkan bahwa kelompok kejahatan terorganisir di Meksiko diperkirakan memiliki sekitar 175.000 anggota aktif.

Angka ini secara mengejutkan menempatkan jaringan kriminal kolektif sebagai pemberi kerja terbesar kelima di negara tersebut.

Kekuatan mereka kian sulit dibendung karena para anggota kartel dipersenjatai dengan senjata kaliber tinggi yang diselundupkan dari negara tetangga, seperti Amerika Serikat.

Dengan kecanggihan organisasi dan sumber daya finansial yang seolah tanpa batas, kelompok-kelompok ini mampu menantang otoritas negara secara terbuka, menciptakan situasi keamanan yang serupa dengan konflik internal di Kolombia.

Sebagian besar roda perdagangan ilegal ini dikendalikan oleh dua organisasi paling berpengaruh di dunia kriminal. Berdasarkan laporan Badan Penegakan Narkoba (DEA) AS, berikut adalah profil mendalam dari kedua entitas tersebut:
 

Kartel Sinaloa (Cártel de Sinaloa/CDS)


Para anggota kartel Sinaloa dalam sebuah foto yang dimuat dalam buku 'Sicario Warfare

Kartel Sinaloa (alias CDS) merupakan organisasi kriminal tertua, paling mapan, dan secara historis merupakan yang paling kuat di dunia dengan basis utama di negara bagian Sinaloa. Sebagai salah satu produsen dan penyelundup terbesar fentanyl, kokain, metamfetamin, hingga ganja, CDS memiliki jaringan distribusi global yang sangat luas.

DEA mengidentifikasi puluhan ribu anggota yang beroperasi dalam sistem terdesentralisasi di setidaknya 40 negara, mencakup pasar Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga Australia.

Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan pasar lokal dan menyusup ke koridor distribusi utama seperti California dan Arizona menjadikan mereka ancaman signifikan bagi keamanan nasional banyak negara.

Operasi CDS mencakup spektrum aktivitas ilegal yang sangat luas, mulai dari pencucian uang dan perdagangan senjata hingga penyelundupan manusia dan pemerasan demi melindungi laba "kerajaan" mereka. Kartel ini dipersenjatai dengan perlengkapan kelas militer dan tidak ragu menggunakan kekerasan ekstrem untuk menebar teror.


Peristiwa Culiacanazos tahun 2023. (tdcenter.org)

Contoh nyata adalah peristiwa “Culiacanazos” pada 2019 dan 2023, di mana mereka melumpuhkan kota Culiacán melalui blokade jalan, pembakaran kendaraan, hingga serangan terhadap pesawat sipil untuk memaksa pembebasan pemimpin mereka.

Di era digital, Sinaloa juga piawai memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan terenkripsi untuk mengiklankan narkotika serta merekrut kurir "last mile".

Dalam hal kepemimpinan, sejarah kartel ini ditandai oleh nama besar seperti Ismael “El Mayo” Zambada García yang mengaku bersalah pada Agustus 2025 setelah ditangkap pada 2024, serta Joaquín “El Chapo” Guzmán yang telah diekstradisi sebelumnya.


Empat putra El Chapo. (Dok. DEA)

Pasca era El Chapo, tongkat kepemimpinan diteruskan oleh putra-putranya yang dikenal sebagai “Los Chapitos”, yakni Iván, Alfredo, Joaquín Jr., dan Ovidio Guzmán López.

Mereka menjadi arsitek penting dalam "era fentanyl" yang mematikan.

Meskipun Ovidio telah mengaku bersalah pada Juli 2025 di Chicago, saudara-saudaranya yang lain dilaporkan masih berbagi peran kepemimpinan dalam operasi global mereka, dengan hadiah penangkapan dari Departemen Luar Negeri AS yang mencapai puluhan juta dolar.
 
Baca Juga:
Profil El Mencho, Bos Kartel Narkoba Terbesar Meksiko yang Tewas
 

CJNG (Kartel Jalisco New Generation)


CJNG. (La Derecha Diario)

Kartel Jalisco New Generation (CJNG) merupakan organisasi kejahatan transnasional yang sangat brutal dan menjadi pesaing utama Sinaloa dalam dominasi pasar fentanyl ilegal.

Terbentuk sekitar tahun 2011 dari sisa-sisa Kartel Milenio, CJNG berkembang pesat menjadi entitas independen yang memiliki hubungan erat dengan organisasi pencucian uang keluarga Gonzalez-Valencia yang dikenal sebagai Los Cuinis.

Keunggulan kompetitif CJNG terletak pada sumber daya finansial yang masif, struktur komando berbasis "waralaba" (franchise-based), serta keberanian mereka menggunakan kekerasan ekstrem dan akses terhadap pejabat korup untuk memperluas pengaruh di lebih dari 40 negara.

Dari perspektif operasional, CJNG mengelola laboratorium tersembunyi di Meksiko untuk memproduksi narkotika sintetis dalam skala industri, lalu memanfaat jaringan distribusi luas yang menjangkau hampir seluruh 50 negara bagian di Amerika Serikat.

Lengan keuangan mereka, Los Cuinis, bertugas mengawasi jaringan pencucian uang global yang sangat canggih—mulai dari penggunaan bursa kripto dan jaringan pencucian uang berbasis Tiongkok hingga skema penipuan properti (timeshare fraud).

Diversifikasi aktivitas ini, yang juga mencakup pencurian bahan bakar dan penyelundupan manusia, bertujuan untuk melindungi aset mereka dari penyitaan aparat keamanan sekaligus memastikan aliran dana tetap stabil.


Poster buronan El Mencho. (Dok. DEA)

Meskipun El Mencho kini dilaporkan tewas setelah bertahun-tahun menjadi buronan internasional dengan hadiah 15 juta USD, kejatuhannya menandai akhir dari kepemimpinan salah satu pendiri yang paling ditakuti.

Serangkaian penindakan hukum sebelumnya telah menyasar lingkaran dalamnya, termasuk ekstradisi Abigael Gonzalez Valencia (Cuini) ke AS pada Agustus 2025 dan hukuman 30 tahun bagi Jose Gonzalez-Valencia.

Selain itu, putra El Mencho, Rubén Oseguera-González alias "El Menchito", telah dijatuhi hukuman seumur hidup pada Maret 2025 dan diperintahkan menyerahkan lebih dari 6 miliar USD hasil kejahatannya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)