Mengapa Aspal Jakarta Cepat Rusak? Ini Penjelasan Dinas Bina Marga

Perbaikan jalan rusak. Foto: Dok. Antara.

Mengapa Aspal Jakarta Cepat Rusak? Ini Penjelasan Dinas Bina Marga

Fachri Audhia Hafiez • 29 January 2026 20:06

Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan hingga saat ini belum ditemukan jenis material aspal yang sepenuhnya tahan terhadap cuaca ekstrem, genangan air, serta beban kendaraan berat di Ibu Kota. Kondisi hujan yang terus-menerus memicu fenomena "pumping" yang mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

“Memang untuk aspal, inilah aspal ini kalau terkena air, dia memang melemahkanlah. Ikatannya semakin berkurang. Sampai saat ini belum ada yang bisa membuat aspal yang tahan terhadap hujan, genangan, kemudian dilintasi kendaraan sehingga terjadi pumping,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo di Balai Kota, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
 


Heru menjelaskan bahwa air hujan yang meresap ke lapisan aspal melemahkan daya ikat material. Kondisi ini diperparah dengan volume kendaraan berat yang melintas, sehingga lubang jalan terbentuk lebih cepat.

Sejak awal Januari 2026, Dinas Bina Marga mencatat telah menangani sekitar 6.000 titik jalan rusak di seluruh wilayah Jakarta. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan Desember 2025 akibat tingginya intensitas hujan yang memicu banjir di sejumlah lokasi.

“Yang sudah kita tangani, sudah kita TL (tindak lanjut) ada 6.000-an. Kita berjalan terus. Begitu ada lubang, tutup. Ada lubang, tutup,” tegas Heru.

Ia memastikan seluruh proses perbaikan jalan dilakukan secara mandiri oleh Satuan Tugas (Satgas) Dinas Bina Marga, yang akrab disapa Pasukan Kuning. Pemprov DKI tidak melibatkan pihak ketiga dalam pemeliharaan rutin ini untuk memastikan respons cepat di lapangan.

“Pengadaan material selalu ada. Kami taruh di gudang. Begitu ada jalan rusak, langsung kami tindak lanjuti. Yang kerja adalah Pasukan Kuning,” ujar Heru.


Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur memperbaiki jalan rusak. Foto: Dok. Antara.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan jalan secara permanen. Pramono menjanjikan perbaikan total menggunakan aspal baru setelah intensitas hujan menurun, bukan sekadar metode tambal sulam. 

Ia juga memastikan bahwa anggaran tidak menjadi kendala bagi Pemprov DKI dalam menjaga kualitas fasilitas publik di Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)