Penerjun Payung yang Jatuh di Perairan Pangandaran Ditemukan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad penerjun yang ditemukan di perairan Kabupaten Pangandaran setelah tiga hari hilang setelah jatuh saat kegiatan terjun payung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat, 2 Januari 2026. ANTARA/HO-Basarnas Bandung

Penerjun Payung yang Jatuh di Perairan Pangandaran Ditemukan

Silvana Febiari • 2 January 2026 20:01

Pangandaran: Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menemukan seorang penerjun bernama Widiasih (58) dalam kondisi meninggal dunia. Korban sebelumnya hilang setelah jatuh saat terjun payung di perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana membenarkan tim SAR gabungan mendapatkan informasi dari nelayan Cilacap di perairan Pangandaran soal keberadaan jasad dengan tanda-tanda korban yang dicari.

"Tim SAR gabungan langsung melaksanakan evakuasi ke TPI Batukaras, dan sekitar pukul 09.20 WIB tadi korban tiba di TPI Batukaras dan selanjutnya dibawa ke RSUD Pandega," kata Ade Dian, dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026.
 


Ade menuturkan, korban yang merupakan warga Bandung itu telah dicari keberadaannya oleh tim SAR gabungan. Pencarian dilakukan sejak korban dilaporkan jatuh saat kegiatan terjun payung di Pangandaran, Selasa, 30 Desember 2025.

Tim SAR, kata Ade, langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan orang hilang. Mereka menyisir perairan Bojongsalawe, lokasi titik awal korban jatuh, hingga akhirnya korban ditemukan di perairan Bagolo, sekitar 16 km dari lokasi kejadian.

"Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur SAR kembali ke satuannya masing-masing," ujarnya.


Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap satu penerjun payung yang dilaporkan hilang usai terjatuh di perairan Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dokumentasi/SAR Bandung.


Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan berbagai metode. Mulai dari pencarian di permukaan air, penyelaman sampai pencarian melalui udara menggunakan pesawat Cessna C 172 RTF.

Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan LCR yang dilengkapi sonar 2D-SRV 8 MS milik Direktorat Polairud Polda Jabar yang diharapkan dapat mendeteksi keberadaan korban.

Selanjutnya SRU 2 melaksanakan penyisiran menggunakan waverunner Basarnas dan Satpolairud Polres Pangandaran sesuai rencana operasi SAR. Kemudian dilakukan penyelaman oleh tim Duck Dive Batukaras Spearfishing dan penyisiran menggunakan empat unit perahu nelayan.

Satu korban yang baru ditemukan itu merupakan korban kedua. Sebelumnya dalam insiden itu ada satu penerjun yang tewas, yakni Rusli (61), dan tiga penerjun lainnya yang selamat setelah berhasil mendarat meski tidak sesuai target pendaratan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)