2 Tahun Prabowo-Gibran, Pembenahan Sektor Pendidikan Dinilai Dilakukan Serius

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pembenahan Sektor Pendidikan Dinilai Dilakukan Serius

Fachri Audhia Hafiez • 12 October 2026 18:33

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dinilai memberikan perhatian serius terhadap pembenahan sektor pendidikan nasional selama dua tahun masa pemerintahannya. Salah satunya diwujudkan dengan revitalisasi sekolah-sekolah.

"Selama dua tahun Pak Presiden cukup memberikan perhatian dan sangat serius membenahi pendidikan kita," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Lalu menjelaskan, wujud perhatian tersebut terlihat dari program revitalisasi sekolah-sekolah yang telah belasan hingga puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Termasuk penguatan digitalisasi pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, komitmen pemerintah tampak dari peningkatan kesejahteraan dan kejelasan status kepegawaian guru. Pemerintah turut memperluas akses pendidikan melalui pendirian Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Pemerintah juga menghadirkan Sekolah Garuda yang disiapkan khusus bagi siswa berpotensi akademik tinggi agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia. Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan sekolah nasional terintegrasi serta universitas kedokteran dan sains.


Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Dok. Metro TV.

Meski menyambut positif berbagai program tersebut, Lalu mengingatkan pentingnya peran kementerian teknis dan Kementerian Keuangan dalam mengeksekusi visi Kepala Negara tanpa terkendala hambatan birokrasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan Presiden dengan akurat. Diiringi dukungan kelancaran anggaran dari Kementerian Keuangan.

"Jangan sampai nanti Presiden sudah mengajukan program yang begitu baik, terkendala lagi-lagi terkait dengan birokrasi keuangan. Ini yang tidak kita inginkan," kata Lalu.

(Fachri Audhia Hafiez)