Gerindra Pastikan Reshuffle Kabinet Tanpa Agenda Politik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Sugiono. Foto: BPMI Setpres

Gerindra Pastikan Reshuffle Kabinet Tanpa Agenda Politik

Muhamad Marup • 2 October 2026 11:26

Jakarta: Presiden RI, Prabowo Subianto melantik 18 pejabat baru untuk mengisi kabinet pemerintah. Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, memastikan bahwa reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 tidak ada agenda politik.

"Oh saya rasa kalau itu (agenda politik) kan merupakan spekulasi," ujsr Astrio dalam program Kontroversi yang tayang di Metro TV, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia menyebut, Partai Gerindra hanya fokus menyukseskan seluruh agenda-agenda Presiden agar berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, dalam proses pengawasan, kader Gerindra juga merupakan garda terdepan untuk memberikan kritik-kritik konstruktif kepada pemerintah.

"Jadi fokus kami, kami tidak memiliki agenda politik. Kami hanya berfokus pada program-program kerja-kerja nyata supaya nanti masyarakat merasakan dampaknya," jelasnya.

Pengamat Duga Tanda-Tanda Konstelasi Politik Baru di Balik Reshuffle Kabinet

Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
 

Astrio menekankan, reshuffle kabinet jangan diwarnai spekulasi atau asumsi yang berlebihan. Reshuffle, lanjut dia, merupakan hak prerogatif Presiden.

Ia menjamin, reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo Subianto berdasarkan kebutuhan pemerintahan. Sebagai contoh, pada tahun 2024, selain melantik Menteri Keuangan, Presiden Prabowo juga menempatkan tiga Wakil Menteri untuk mendampingi.

"Satu Wamen meng-handle masalah belanja, satu Wamen meng-handle masalah pendapatan, satu Wamen meng-handle masalah pembiayaan. Nah ini merupakan contoh memang formasi-formasi dibentuk untuk menjawab kebutuhan," katanya. Sementara itu, Deputi III Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, memastikan reshuffle kabinet dalam rangka menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan sebelum masuk pada tahun ketiga. Perombakan kabinet serahan dengan visi Presiden Prabowo dalam gerakan transformasi bangsa, yang meliputi ketahanan energi, ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, dan berorientasi pada penegakan hukum.

"Tergambar dengan jelas dalam proses pengangkatan 18 pejabat publik tadi. Misalnya dalam konteks ketahanan energi, kita melihat ada kementerian koordinator baru, yang juga diemban jabatannya oleh Pak Bahlil, lalu ada Wakil Menteri Pertanian, untuk menyokong agenda ketahanan pangan kita ke depan," terangnya.

(Muhamad Marup)