Ilustrasi emas. Foto: Pixabay
Harga Emas Naik Didukung Kebijakan The Fed
Eko Nordiansyah • 29 October 2026 08:45
Chicago: Harga emas naik pada Rabu, 28 Oktober 2026, seiring melemahnya dolar AS, setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengindikasikan adanya pengetatan kondisi keuangan sejak keputusan suku bunga bank sentral pada bulan September. Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Dikutip dari Investing, Kamis, 29 Oktober 2026, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD4.069,86 per ons, sementara harga emas berjangka naik 0,8 persen menjadi USD4.084,15 per ons.
The Fed mempertahankan suku bunga
Para pelaku pasar logam mulia memusatkan perhatian penuh pada keputusan suku bunga terbaru The Fed pada Rabu. Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2.Hasil ini sebagian besar telah diantisipasi, menyusul kenaikan suku bunga pertama yang dilakukan FOMC dalam lebih dari tiga tahun pada bulan September lalu.
Keputusan untuk mempertahankan suku bunga ini diambil meskipun data inflasi baru-baru ini menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan.
Dalam konferensi pers setelah pengumuman keputusan tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan kondisi ketenagakerjaan, yang merupakan salah satu bagian dari mandat ganda bank sentral, tergolong cukup positif, dan diskusi FOMC lebih berfokus pada aspek inflasi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Unplash)
Warsh menambahkan bahwa The Fed juga mengamati adanya pengetatan kondisi keuangan serta sikap yang lebih selektif dari para pelaku pasar sejak pertemuan FOMC bulan September. Warsh juga mencatat terdapat data ekonomi krusial yang dijadwalkan akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Para pengamat kebijakan moneter akan segera menerima data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga serta angka inflasi September, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed, paling cepat pada Kamis.
"Periode yang akan kita hadapi ini kaya akan informasi. Dalam periode mendatang, kita akan mampu menentukan protokol yang tepat, untuk mencapai stabilitas harga. Saya merasa optimis dengan kemajuan yang telah kita capai dalam waktu singkat," ujar Warsh.
Warsh juga mengumumkan perubahan jadwal pertemuan FOMC untuk 2027 dan 2028. Meskipun komite tersebut akan tetap mengadakan delapan kali pertemuan, salah satu pertemuan tahun depan akan difokuskan pada strategi kebijakan moneter, alih-alih menghasilkan keputusan mengenai suku bunga acuan (federal funds rate). Jumlah pertemuan dengan fokus tersebut akan bertambah menjadi dua kali pada tahun 2028.
Ketegangan di Timur Tengah bikin harga minyak naik
Kenaikan harga minyak pada Rabu turut membatasi penguatan harga emas. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,1 persen menjadi USD115,12 per barel.Kenaikan ini terjadi di tengah pertempuran sengit antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Pada hari Selasa, kelompok Houthi menyatakan telah menyerang kilang minyak Ras Tanura, kilang minyak terbesar di Arab Saudi. Pertempuran semakin sengit di tengah upaya ofensif koalisi pimpinan Arab Saudi untuk merebut kembali wilayah luas yang sempat dikuasai kelompok Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Serangan-serangan tersebut telah mengesampingkan upaya diplomatik untuk membawa Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan. Awal pekan ini, Iran mengadakan pertemuan empat pihak dengan perwakilan dari Pakistan, Arab Saudi, dan Turki.