Penumpang Whoosh yang Tertinggal Bisa Atur Jadwal Ulang Secara Gratis

Penumpang kereta cepat Whoosh saat arus balik Lebaran 2026 di Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Penumpang Whoosh yang Tertinggal Bisa Atur Jadwal Ulang Secara Gratis

Siti Yona Hukmana • 25 March 2026 19:23

Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan penumpang yang tertinggal kereta cepat Whoosh tidak perlu khawatir kehilangan tiket. Penumpang bisa melakukan layanan penjadwalan ulang atau reschedule secara gratis.

"Kami mengarahkan penumpang ke loket untuk melakukan reschedule. Tiket tidak hangus dan bisa dipindahkan ke jadwal berikutnya selama masih tersedia," kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti di Stasiun KCIC, Jakarta Timur, dilansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Menurut Emir, lonjakan penumpang selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 turut berdampak pada meningkatnya dinamika pelayanan di kereta cepat Whoosh. Salah satu kondisi yang masih terjadi di lapangan, yakni adanya penumpang yang tertinggal kereta akibat keterlambatan menuju pintu keberangkatan.

Berdasarkan pantauan di stasiun, masih ditemukan sejumlah penumpang yang tidak dapat mengikuti perjalanan karena gate (pintu) telah ditutup sesuai prosedur operasional. "Memang tetap ada penumpang yang tertinggal perjalanannya. Gate ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan," ujar Emir.

Emir menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, penumpang Whoosh masih diperbolehkan melakukan perubahan jadwal hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan. Bahkan, untuk perubahan pertama, penumpang tidak dikenakan biaya tambahan. Namun, apabila pada hari yang sama seluruh jadwal perjalanan telah penuh, penumpang tetap dapat mengatur ulang keberangkatan ke hari berikutnya.

"Kalau di hari yang sama tidak tersedia, maka bisa di-reschedule ke hari lain dengan potongan 25 persen sesuai kebijakan yang berlaku," ungkap Emir.

Ilustrasi penumpang kereta cepat. Foto: Antara.

Dia mengimbau seluruh penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan. Terutama, di tengah tingginya volume penumpang selama periode lebaran.

"Disiplin waktu menjadi kunci agar perjalanan menggunakan kereta cepat tetap nyaman dan lancar," kata Emir.

Dengan adanya fleksibilitas layanan reschedule ini, KCIC berharap dapat tetap memberikan kenyamanan serta solusi bagi penumpang, meskipun terjadi kendala keterlambatan saat momen padat seperti arus mudik dan balik lebaran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)