Legislator Dorong Pengembangan Sukun dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita. Dok. Istimewa

Legislator Dorong Pengembangan Sukun dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Achmad Zulfikar Fazli • 7 May 2026 05:44

Banyuwangi: Anggota Komisi IV DPR, Sonny T. Danaparamita, mendorong pengembangan tanaman sukun sebagai bagian penting dari program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) RHL yang melibatkan masyarakat penerima Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Bibit Produktif, hasil kolaborasi Komisi IV dan Kementerian Kehutanan.

Sosialisasi dan Bimtek tersebut dilaksanakan pada 4–6 Mei 2026, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemulihan hutan dan lahan secara berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang produktif.

Dalam pemaparannya, Sonny menyoroti kondisi lingkungan yang kian menantang akibat meluasnya lahan kritis. Dampaknya, menurut dia, terlihat pada meningkatnya kejadian banjir, longsor, dan kekeringan di berbagai wilayah.

“Kondisi lingkungan kita semakin rusak dan lahan kritis semakin luas. Dampaknya, banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi. Karena itu, masyarakat perlu hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari solusi,” ujar Sonny di hadapan peserta Bimtek dikutip pada Kamis, 7 Mei 2026:

Dia menjelaskan RHL tidak sekadar penanaman pohon, melainkan upaya jangka panjang untuk memulihkan fungsi ekologis lahan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaksana utama melalui pengelolaan yang berkelanjutan.

“Melalui RHL, baik KBR maupun bibit produktif, masyarakat adalah pelaku utama. Pemerintah dan DPR berperan mendukung dan memfasilitasi agar program ini berjalan efektif,” jelas dia.

Dalam konteks itu, Sonny menekankan pembibitan sukun sebagai tanaman strategis yang relevan untuk rehabilitasi lahan, sekaligus penguatan ketahanan pangan.

“Kami mendorong kelompok masyarakat untuk mulai membudidayakan dan membibitkan sukun. Sukun dapat menjadi makanan pendamping, bahkan alternatif pengganti beras, karena kandungan karbohidratnya hampir setara dengan nasi dan nutrisinya cukup lengkap,” kata legislator Fraksi PDI Perjuangan itu.

Sonny menilai sukun memiliki peluang ekonomi yang semakin terbuka di pasar global. Sukun kini dipandang sebagai superfood di Eropa. Permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Ini peluang yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga rehabilitasi lahan tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” ujar Sonny.

Baca Juga: 

Dukung Ketahanan Air dan Pangan, PTPP Kebut Pembangunan Bendungan Bagong

Selain sukun, program RHL mendorong penanaman tanaman buah dan kayu yang disesuaikan dengan karakteristik lahan setempat. Namun, kata dia, keberhasilan rehabilitasi tidak ditentukan pada saat tanam semata, melainkan pada konsistensi perawatan dan kesinambungan pengelolaan.

“Program ini adalah upaya bersama. Keberhasilannya sangat bergantung pada perawatan. Menanam pohon adalah investasi jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Dalam dialog dengan peserta, Sonny juga mengaitkan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai universal berbagai ajaran agama yang menekankan hidup yang bermanfaat bagi sesama dan alam.

Sonny berharap pengembangan sukun dapat menjadi ikon rehabilitasi lahan yang produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dia menekankan rehabilitasi hutan dan lahan bukan semata program pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dan komitmen jangka panjang demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)