Harga Emas Rebound, Curi Momentum saat Minyak Melemah 2 Hari Berturut-turut

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Rebound, Curi Momentum saat Minyak Melemah 2 Hari Berturut-turut

Husen Miftahudin • 5 August 2026 08:37

Chicago: Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa waktu setempat. Kenaikan logam mulia terjadi di tengah pelemahan harga minyak dunia untuk hari kedua berturut-turut yang dinilai membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 5 Agustus 2026, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.079,52 per troy ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka menguat 1,1 persen ke level USD4.136,34 per troy ons.
 
Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir masih berada di kisaran USD4.000 hingga USD4.100 per troy ons. Pelaku pasar masih menimbang berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat hingga perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang terus berubah.
 

 

Harapan kesepakatan AS-Iran jadi sentimen positif

 
Perhatian investor juga tertuju pada perkembangan pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan peluang tercapainya kesepakatan semakin besar.
 
"Ada kemungkinan kita mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka kembali Selat Hormuz dan membawa konflik menuju kondisi yang lebih normal," ujar Bessent.
 
Di sisi lain, Qatar menyatakan upaya diplomatik masih berlangsung dengan fokus utama meredakan ketegangan dan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
 
Menurut berbagai laporan, Qatar yang berperan sebagai mediator antara AS dan Iran menyebut rancangan awal kesepakatan telah disusun dan sedang dibahas para negosiator. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai pelaksanaan perundingan langsung.
 
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran akan segera dimulai. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei yang menegaskan belum ada dialog langsung dengan Washington.
 
Iran mengonfirmasi komunikasi dengan Oman masih berlangsung terkait status Selat Hormuz. Hingga kini, aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut masih terbatas, sementara ketegangan militer di kawasan Teluk tetap menjadi perhatian pelaku pasar.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Data Ketenagakerjaan AS jadi perhatian investor

 
Selain perkembangan geopolitik, investor juga mencermati data ketenagakerjaan AS sebagai acuan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
 
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah lowongan pekerjaan atau Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada Juni mencapai 7,359 juta, lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 7,454 juta.
 
Meski jumlah lowongan pekerjaan lebih rendah dari perkiraan, kondisi pasar tenaga kerja AS dinilai masih solid. Tingkat perekrutan maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) relatif stabil sehingga memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang sehat.
 
Pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan lanjutan untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai langkah kebijakan moneter The Fed. Analis ING menilai ketidakpastian kebijakan masih tinggi karena investor harus menyeimbangkan risiko inflasi dengan tanda-tanda perlambatan momentum ekonomi.

(Husen Miftahudin)