Naik Puncak Kawinajang Gunung Kawi Tak Bisa Sembarangan, Ini Syaratnya

Puncak Kawinajang Gunung Kawi. (Dokumentasi/ Instagram @puncakkawinajang_gunungkawi)

Naik Puncak Kawinajang Gunung Kawi Tak Bisa Sembarangan, Ini Syaratnya

Daviq Umar Al Faruq • 4 August 2026 11:02

Malang: Minat pendaki menjajal Puncak Kawinajang di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jalur via Ngantang yang mengantarkan pendaki menuju puncak berketinggian 2.651 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kini menerapkan aturan lebih ketat, terutama bagi pendaki tektok atau naik-turun dalam satu hari.

Pengelola jalur pendakian melalui akun Instagram resmi @puncakkawinajang_gunungkawi mengumumkan pembaruan aturan untuk meningkatkan keselamatan pendaki. Aturan tersebut berlaku bagi pendaki umum maupun pelari lintas alam (trail run) yang menggunakan jalur via Ngantang, dengan memastikan setiap pengunjung memiliki kesiapan fisik dan perlengkapan memadai.

"Apabila calon pendaki tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, maka petugas basecamp berhak menolak atau mengalihkan jalur pendakian ke Gunung Kelud atau Gunung Selokurung," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @puncakkawinajang_gunungkawi, dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
 


Pengelola juga memastikan proses pendaftaran dapat dibatalkan apabila pendaki menolak rekomendasi tersebut. Dana yang telah dibayarkan akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila pendaki menolak untuk dialihkan, maka proses pendaftaran akan dibatalkan, dan dana akan dikembalikan (refund) sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjut @puncakkawinajang_gunungkawi.

Dalam unggahannya dijelaskan, keberangkatan pendaki tektok umum hanya dilayani mulai pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Sementara peserta trail run diberikan waktu registrasi dan keberangkatan lebih panjang, yakni mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB.

Petugas basecamp akan memeriksa logistik dan perlengkapan sebelum pendaki memasuki jalur pendakian. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh perlengkapan wajib telah dibawa sesuai standar keselamatan.

Pendaki tektok wajib membawa perlengkapan keselamatan (mandatory gear), seperti jas hujan, emergency blanket, headlamp, kotak P3K, sepatu pendakian, air minum minimal tiga liter, kompor portable, flysheet, serta logistik makanan berat. Kelengkapan tersebut menjadi syarat sebelum pendaki diizinkan memulai perjalanan menuju puncak.


Puncak Kawinajang Gunung Kawi. (Dokumentasi/ Instagram @puncakkawinajang_gunungkawi)


Selain memeriksa perlengkapan, pengelola juga memverifikasi kondisi fisik calon pendaki. Pendaki tektok wajib memiliki pengalaman mendaki gunung dengan ketinggian sekitar 2.500 mdpl yang dibuktikan melalui foto dan bukti pendakian sebelumnya.

Ketentuan berbeda berlaku bagi peserta trail run menuju Puncak Kawinajang. Pengelola mewajibkan peserta menunjukkan riwayat aktivitas Strava sejauh 35 kilometer serta bukti pernah mengikuti kegiatan atau lomba trail run.

Calon pendaki yang tidak memenuhi persyaratan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Puncak Kawinajang. Petugas dapat mengarahkan mereka ke jalur lain yang sesuai dengan kemampuan.

Puncak Kawinajang merupakan salah satu destinasi pendakian di kawasan Gunung Kawi dengan ketinggian 2.651 mdpl. Jalur via Ngantang menjadi favorit karena menawarkan pengalaman tektok menuju puncak, meski tetap membutuhkan kesiapan fisik dan perlengkapan yang memadai.

(Silvana Febiari)