Prabowo Sebut Krisis Dunia Beri Peluang Percepat Energi Baru Terbarukan

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa.

Prabowo Sebut Krisis Dunia Beri Peluang Percepat Energi Baru Terbarukan

Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 21:12

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gejolak krisis global akibat perang dunia saat ini justru menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Dalam arahannya di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih dan Dirut BUMN, Kepala Negara menekankan pentingnya fokus pada ketahanan energi nasional.

“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita. Ini membuat kita lebih fokus. Berarti strategi kita sudah benar, tetapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
 


Prabowo mendorong penguatan swasembada energi melalui pemanfaatan kekayaan alam domestik, seperti pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung. Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan angka impor BBM secara signifikan dengan menjadikan komoditas pangan sebagai alternatif pengganti solar dan bensin.

“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucap Prabowo.

Presiden meyakini Indonesia memiliki fondasi yang cukup tangguh untuk menghadapi guncangan global. Berdasarkan kajian pemerintah, posisi Indonesia relatif aman dari gangguan pasokan energi dunia karena memiliki sumber energi mandiri yang tidak bergantung sepenuhnya pada jalur logistik internasional yang rawan konflik.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

“Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat. Karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa menjadi alternatif lain,” lanjutnya.

Prabowo memprediksi masa kritis dunia tidak akan berlangsung lama. Ia pun menargetkan transformasi sistem EBT di Indonesia dapat diimplementasikan secara masif dalam waktu dekat agar posisi tawar dan kekuatan ekonomi Indonesia semakin kokoh di mata dunia.

“Yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap kritis ini 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” ujar Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)