Ilustrasi. (medcom.id)
453 Kasus Leptospirosis Terjadi di DIY Sepanjang 2025, Bantul Terbanyak
Ahmad Mustaqim • 21 January 2026 16:58
Yogyakarta: Sepanjang 2025, tercatat 453 kasus leptospirosis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mayoritas kasus tersebut terjadi di Kabupaten Bantul.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, Kabupaten Bantul mencatat 227 kasus, di antaranya 12 meninggal dunia. Disusul Kabupaten Sleman dengan 118 kasus (11 meninggal), Kabupaten Kulon Progo 49 kasus (6 meninggal), Kota Yogyakarta 32 kasus (8 meninggal), dan Kabupaten Gunungkidul 27 kasus (1 meninggal).
"Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan tingginya kasus (leptospirosis)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, Rabu, 21 Januari 2026.
Faktor lingkungan menjadi penyebab utama tingginya kasus leptospirosis. Infeksi bakteri Leptospira banyak terjadi di area pesawahan, yang berpotensi menjadi tempat penyebaran urine tikus. Bakteri ini terbawa air, sehingga orang yang pernah beraktivitas di lokasi tersebut rawan terpapar.
"Bisa juga (bakteri leptospira) berada di pemukiman penularannya, seperti di Kota Yogyakarta. Penularannya dari lingkungan tak higienis dan sanitasi yang buruk," ujar Ari.
Menurutnya, cepat atau lambatnya respons terhadap paparan bakteri Leptospira menentukan tingkat keparahan penyakit. Jika ditangani saat masih ringan, pasien bisa diberikan antibiotik. Namun, penanganan yang terlambat berisiko fatal dan bisa berujung kematian.

Ilustrasi mengenal penyakit Leptospirosis. Dokumentasi/Kemenkes
Ari menambahkan, kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal paparan bakteri Leptospira masih menjadi tantangan besar. Ia menyebut, sebagian besar pasien yang dibawa ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi cukup parah.
"Jadi kesadaran dalam pencegahan dan mendeteksi awal ini penting, termasuk memakai alas kaki saat beraktivitas di area yang rawan (terdapat bakteri leptospira). SDM kesehatan sudah cukup baik tapi di sisi lain pengendalian tikus ini yang menang tidak mudah," jelasnya.