Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang. Foto: Metrotvnews.com
Hati-hati, Kemlu RI Enggan Beberkan Tuntutan Israel demi Keselamatan Relawan WNI
Dimas Chairullah • 21 May 2026 18:03
Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memilih sangat berhati-hati dalam proses negosiasi pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan Global Summit Flotilla (GSF) 2.0.
Pemerintah bahkan menolak membeberkan secara publik terkait ada atau tidaknya tuntutan spesifik dari pihak Israel sebagai syarat pembebasan.
"Kalau pun ada permintaan tertentu, sepertinya itu kurang etis buat saya menyampaikan. I'm not in a position (Saya tidak dalam posisi) untuk menyampaikan permintaan-permintaan spesifik yang diminta. Fokus kita adalah, selamatkan temen-temen kita yang ada di sana," tegas Yvonne di Gedung Kementerian Luar Negeri, Kamis, 21 Mei 2026.
Yvonne menekankan bahwa situasi di lapangan jauh lebih rumit dari yang terlihat. Ia mengingatkan bahwa satu kesalahan kecil dalam mengambil keputusan atau memberikan pernyataan publik (one wrong move) dapat berakibat fatal bagi keselamatan para relawan WNI yang saat ini masih ditahan.
"Teman-teman perlu ketahui juga, one wrong move, kita ngomongin temen-temen kita di sana. Kalau kita di sini mungkin beraktivitas seperti biasa ya, tapi (situasinya) lebih kompleks dari itu. Jadi yuk kita sama-sama bantuin supaya prosesnya ini bisa berjalan lancar," tambahnya.
Terkait dorongan dari sejumlah pihak untuk segera membawa kasus pencegatan dan penangkapan ini ke Mahkamah Internasional, Kemlu RI menyatakan bahwa opsi tersebut belum dibahas secara mendalam.
"Terkait dibawa ke Mahkamah Internasional soal penculikan ini, itu belum kita bahas lebih detail. Fokus pemerintah saat ini untuk memastikan WNI kita dapat dibebaskan secepat-cepatnya tanpa kekurangan suatu apapun, aman, dan selamat sampai ke Tanah Air," ujar Yvonne.
Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI juga mengonfirmasi penundaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 serta pertemuan-pertemuan terkait lainnya imbas dinamika situasi global saat ini.
Pihak Kemlu berjanji akan terus memberikan perkembangan terbaru jika ada kemajuan dalam proses diplomasi penyelamatan para relawan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com