Sekretaris Jenderal (Sekjen) BM PAN, Slamet Ariyadi. Foto: Dok. DPR.
BM PAN Pertanyakan Konsistensi Politik PDIP untuk Jaga Stabilitas Nasional
Fachri Audhia Hafiez • 18 June 2026 15:01
Jakarta: Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menyoroti dugaan keterlibatan PDI Perjuangan (PDIP) dalam gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa. Sekretaris Jenderal (Sekjen) BM PAN, Slamet Ariyadi, menilai dugaan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai komitmen arah politik partai tersebut untuk jaga stabilitas nasional.
"Adanya dugaan keterlibatan PDIP dalam aksi-aksi mahasiswa tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai konsistensi sikap politik PDIP. Di satu sisi, PDIP telah menyampaikan secara terbuka dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Anggota DPR dari Fraksi PAN itu menuturkan, apabila benar terdapat keterlibatan dalam mendorong gerakan yang berorientasi pada tekanan politik terhadap pemerintah, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan ambiguitas di ruang publik. Bagi BM PAN, konsistensi sikap politik merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional yang menjadi prasyarat utama keberhasilan pembangunan.
Di sisi lain, BM PAN menilai berbagai tuntutan mahasiswa terkait pelemahan nilai tukar rupiah maupun implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya telah mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.
Dari sisi kebijakan moneter, langkah-langkah yang ditempuh otoritas terkait telah berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan ini juga mendorong perbaikan sentimen pasar yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sementara dari sisi fiskal, kata dia, pemerintah tetap menunjukkan komitmen terhadap disiplin anggaran dengan menjaga defisit APBN berada di bawah batas aman sebesar 3% PDB. Dalam pelaksanaan Program MBG, pemerintah juga terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola, termasuk penertiban terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) BM PAN, Slamet Ariyadi. Foto: Instagram @slametariyadii.
Atas dasar perkembangan tersebut, BM PAN berpandangan bahwa pemerintah telah menunjukkan respons yang konstruktif. Khususnya terhadap berbagai aspirasi dan kritik yang berkembang di masyarakat.
"Oleh karena itu, berbagai pihak diharapkan dapat mengedepankan objektivitas dalam melihat perkembangan ekonomi nasional yang saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika dan ketidakpastian ekonomi global," tegas Slamet.
BM PAN mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik baik yang berada di dalam maupun di luar parlemen, untuk turut menciptakan iklim politik yang kondusif. Stabilitas politik yang terjaga akan menjadi fondasi penting bagi kelancaran pembangunan dan percepatan terwujudnya kesejahteraan rakyat.