Pramono Siapkan Pasar Baru jadi Kawasan Wisata Kuliner 24 Jam

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Oktober 2026. Metro TV/ Nattasya

Pramono Siapkan Pasar Baru jadi Kawasan Wisata Kuliner 24 Jam

Nattasya Amani Vrazeti • 30 October 2026 12:02

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat sebagai pusat wisata kuliner 24 jam. Pengembangan tersebut direncanakan untuk menjadikan Pasar Baru sebagai salah satu hub baru aktivitas masyarakat di Jakarta.

Pramono mengatakan, rencana pengembangan Pasar Baru akan dilakukan setelah pembangunan MRT yang menghubungkan kawasan Monas hingga Harmoni selesai. 

"Nanti begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeong-dong di Korea,” kata Pramono di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pramono menjelaskan, pengembangan Pasar Baru merupakan bagian dari rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan sejumlah kawasan tematik yang menjadi tujuan masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan memiliki karakter dan daya tarik masing-masing.

Selain Pasar Baru, Pemprov DKI merencanakan pengembangan kawasan Glodok Pecinan dan Kota Tua. Glodok akan diarahkan untuk menonjolkan tradisi masyarakat Tionghoa, sedangkan Kota Tua dikembangkan dengan segmen yang menyasar kalangan menengah ke atas.

“Sehingga dengan demikian bayangan apa yang saya bayangkan dan pasti akan saya siapkan, bahwa Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M,” ujar Pramono. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Oktober 2026. Metro TV/Nattasya

Menurut Pramono, keberadaan sejumlah hub baru tersebut diharapkan dapat memperluas pusat aktivitas masyarakat di Jakarta. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dan wisata tidak hanya terpusat di satu kawasan.

“Sehingga dengan demikian bayangan apa yang saya bayangkan dan pasti akan saya siapkan, bahwa Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M,” kata Pramono. 

Pramono menambahkan pengembangan kawasan tersebut akan disesuaikan dengan karakter bangunan, restoran, serta potensi masing-masing wilayah. Pemprov DKI berharap rencana penataan itu dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk berkunjung.

“Karena memang bangunan dan juga restoran dan sebagainya nanti akan diperuntukkan apa ya, dengan tema-tema yang seperti itu. Dan itulah yang kami rencanakan, mudah-mudahan perencanaan itu bisa diwujudkan dan saya yakin bisa mewujudkan itu,” ujar Pramono. 

(Siti Yona Hukmana)