Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Menkeu Optimistis Rupiah Bisa Tembus Rp15 Ribu per USD
Ade Hapsari Lestarini • 3 February 2026 21:25
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Bank Indonesia (BI) memiliki peluang untuk mendorong nilai tukar rupiah menguat ke level Rp15 ribu per USD.
"Menurut saya, kalau rupiah bergerak ke sekitar Rp15 ribu per USD, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," kata Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menjelaskan peluang penguatan rupiah dapat dilakukan melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat agar pertumbuhan dapat mencetak angka yang lebih tinggi.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata dia, akan membuat masyarakat makin sejahtera, sehingga pada akhirnya modal asing akan mengalir dengan sendirinya. Investor asing, lanjutnya, ingin mengambil porsi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketika modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) masuk, rupiah akan bergerak menguat.
"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," ujar Purbaya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Pemerintah jaga level nilai tukar rupiah
Menkeu menambahkan, nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, bergerak menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per USD dari sebelumnya Rp16.798 per USD.
Dia pun menyangsikan kondisi rupiah saat ini akan memicu krisis seperti pada 1997-1998. Sebab, otoritas saat ini bergerak dengan selaras untuk menjaga level nilai tukar rupiah.
Selain BI yang memainkan peran utama, juga ada otoritas lain yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di antaranya Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya, yang otomatis menjadi Ketua KSSK, karena menjabat sebagai Menkeu, bakal menggelar rapat untuk memitigasi dampak bila terjadi penguatan dolar AS terhadap rupiah. Sementara, saat ini, menurut dia, level nilai tukar rupiah belum sampai pada titik yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi.
"Kami dan bank sentral juga berupaya mendorong rupiah tetap di bawah Rp17 ribu. Level yang menurut saya ideal sejalan dengan asumsi APBN yaitu sekitar Rp16.500 per dolar AS," jelas Menkeu.
"Saya percaya bank sentral punya kemampuan untuk mengendalikan itu," tambah dia.