Ada Sejumlah Hal Tabu Dilakukan di Malam Imlek, Cek Selengkapnya

Ilustrasi: nationaltoday.com

Ada Sejumlah Hal Tabu Dilakukan di Malam Imlek, Cek Selengkapnya

Riza Aslam Khaeron • 5 February 2026 13:17

Jakarta: Masyarakat Tionghoa akan kembali merayakan Tahun Baru Imlek 2026 yang akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Menurut penanggalan Tionghoa, tahun ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api—salah satu shio yang diasosiasikan dengan semangat, kemandirian, dan ambisi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Imlek bukan hanya tentang kemeriahan warna merah, angpao, dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga dijalani dengan serangkaian pantangan atau tabu yang diyakini akan memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.

Beberapa larangan bahkan dianggap sakral dan wajib dipatuhi pada hari pertama Imlek hingga hari-hari berikutnya. Lantas, apa saja tabu yang masih dijaga dalam tradisi Imlek, dan apa makna di baliknya?

Tabu dalam Perayaan Imlek

Melansir laman Confucius Institute, sebagian besar hal tabu dalam Imlek bertujuan menghindari yang dianggap membawa sial sepanjang tahun. Meskipun bersifat takhayul, larangan-larangan ini merepresentasikan harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan.

Beberapa larangan berlaku sepanjang perayaan Imlek, seperti:
  1. Menghindari mengucapkan kata-kata bernada sial seperti "mati", "sakit", atau "rugi".
  2. Tidak memecahkan barang pecah belah seperti porselen atau kaca.
  3. Tidak memarahi anak-anak agar mereka tidak jadi nakal sepanjang tahun.
  4. Tidak menunjukkan kesedihan atau menangis karena dianggap akan membawa duka sepanjang tahun.
  5. Tidak memotong rambut karena diyakini bisa membawa sial bagi paman dari pihak ibu.
  6. Tidak menagih utang agar tidak menimbulkan pertengkaran.
Tabu khusus juga berlaku pada hari-hari tertentu:

Malam Tahun Baru

  1. Tidak boleh menghabiskan seluruh ikan; menyisakan bagian ikan melambangkan keberlimpahan.
  2. Beras harus tersedia penuh di wadah, agar tidak kekurangan di tahun berikutnya.
  3. Tidak dianjurkan tidur lebih awal; tetap terjaga dipercaya mengusir roh jahat.

Hari Pertama Imlek

  1. Tidak mencuci pakaian, rambut, atau mandi karena hari tersebut adalah hari kelahiran Dewa Air.
  2. Tidak menyapu atau membuang sampah karena akan mengusir keberuntungan.
  3. Tidak makan bubur karena secara simbolik dikaitkan dengan kemiskinan.
  4. Tidak membangunkan orang tidur, agar tidak terburu-buru sepanjang tahun.
  5. Tidak memberi salam kepada orang yang masih di tempat tidur, karena dapat melambangkan sakit berkepanjangan.
  6. Tidak menggunakan jarum, pisau, atau gunting agar terhindar dari darah dan kesialan.
  7. Tidak tidur siang agar tidak menjadi pemalas di tahun baru.
  8. Wanita menikah tidak boleh mengunjungi rumah orang tua sampai hari kedua atau ketiga.
  9. Uang angpao harus genap, bukan ganjil, karena angka genap dianggap membawa hoki.
  10. Posisi tangan saat memberi salam harus: tangan kiri menutupi tangan kanan. Posisi sebaliknya hanya digunakan untuk menghormati orang mati.

Hari Keempat Imlek

Orang dianjurkan tetap di rumah untuk menyambut kembalinya Dewa Dapur dengan sesaji khusus.


Ilustrasi: Pexels
 

Hari Kelima Imlek

Barulah diperbolehkan menyapu dan membuang sampah. Sampah saat itu diasosiasikan dengan kemiskinan dan pembersihan menjadi simbol pengusiran kemiskinan. Hari ini juga menjadi waktu penyambutan Dewa Rezeki. Banyak pedagang memilih membuka kembali usaha pada hari ini dengan harapan hoki.
 
Baca Juga:
3 Larangan Saat Imlek yang Dipercaya Bisa Memengaruhi Keberuntungan

Meskipun tidak semua orang Tionghoa mematuhi pantangan ini secara ketat, keberadaannya tetap menjadi bagian penting dalam tradisi Imlek yang sarat makna simbolis. Tabu-tabunya mencerminkan semangat kolektif untuk menjaga keharmonisan, menarik keberuntungan, serta menolak segala bentuk kesialan di awal tahun yang baru.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)