Pilot Jet Tempur Berhasil Diselamatkan, Trump Klaim sebagai Operasi Ajaib

Iran berhasil jatuhkan jet tempur F-15 milik Angkata Udara Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Pilot Jet Tempur Berhasil Diselamatkan, Trump Klaim sebagai Operasi Ajaib

Fajar Nugraha • 6 April 2026 07:56

Washington: Amerika Serikat (AS) mengaku telah menyelematkan pilot dari jet tempur yang ditembak jatuh oleh Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim berhasil menyelamatkan pilot itu dalam sebuah operasi penuh ‘keajaiban’. Sementara Trump juga meningkatkan tekanan pada Teheran dengan tenggat waktu baru yang semakin dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur, menyerang target ekonomi dan infrastruktur di negara-negara Arab Teluk tetangga.


Evakuasi pilot tersebut menyusul operasi pencarian dan penyelamatan AS setelah jatuhnya F-15E Strike Eagle pada Jumat. Sementara Iran juga menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang menyerahkan "pilot musuh." Trump mengatakan dia terluka tetapi dalam kondisi stabil.

“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh-musuh kita, yang semakin mendekat setiap jamnya,” tulis Trump di media sosial, seperti dikutip dari France24, Senin 6 April 2026.

Anggota kru kedua telah diselamatkan sebelumnya

Pesawat tempur itu adalah pesawat Amerika pertama yang jatuh di wilayah Iran sejak AS dan Israel melancarkan perang, menyerang Iran pada 28 Februari. Perang tersebut sejak itu telah menewaskan ribuan orang, mengguncang pasar global, memutus jalur pelayaran utama, dan menaikkan harga bahan bakar. Kedua pihak telah mengancam dan menyerang target sipil, yang menimbulkan peringatan tentang kemungkinan kejahatan perang.

Trump mengatakan pekan lalu bahwa AS telah "menghancurkan" Iran dan akan mengakhiri perang "dengan sangat cepat." Dua hari kemudian, Iran menembak jatuh dua pesawat militer AS, menunjukkan bahaya yang terus berlanjut dari kampanye pengeboman dan kemampuan militer Iran yang telah melemah untuk terus membalas.

Saat Iran terus mengendalikan Selat Hormuz, Trump, dalam unggahan media sosial akhir pekan lalu, mengancam akan melepaskan "neraka" jika selat itu tidak dibuka pada hari Senin. Dia telah mengeluarkan ancaman seperti itu sebelumnya dan memperpanjangnya ketika para mediator mengklaim kemajuan menuju pengakhiran perang dengan syarat yang disepakati.

Pesawat jet lainnya yang jatuh adalah pesawat serang A-10 AS. Baik status awak pesawat maupun lokasi jatuhnya belum diketahui secara pasti.

Pada Minggu, televisi pemerintah Iran menayangkan video yang diklaim sebagai bagian-bagian pesawat Amerika yang ditembak jatuh oleh pasukan Iran, bersama dengan foto asap hitam tebal yang membubung ke udara. Penyiar tersebut mengatakan Iran telah menembak jatuh sebuah pesawat angkut Amerika dan dua helikopter yang merupakan bagian dari operasi penyelamatan.

Namun, seorang pejabat intelijen regional yang diberi pengarahan tentang misi tersebut mengatakan kepada Associated Press bahwa militer AS meledakkan dua pesawat angkut karena kerusakan teknis, memaksa mereka untuk mendatangkan pesawat tambahan untuk menyelesaikan penyelamatan.

Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas misi rahasia tersebut.

Di Kuwait, serangan drone Iran menyebabkan kerusakan signifikan pada pembangkit listrik dan pabrik petrokimia. Mereka juga membuat stasiun desalinasi air tidak beroperasi, menurut Kementerian Kelistrikan. Tidak ada laporan korban luka, kata kementerian tersebut.

Di Bahrain, serangan pesawat tak berawak menyebabkan kebakaran di salah satu fasilitas penyimpanan perusahaan minyak nasional dan pabrik petrokimia milik negara, menurut kantor berita resmi kerajaan.

Di Uni Emirat Arab, pihak berwenang menanggapi beberapa kebakaran di pabrik petrokimia Borouge yang menurut mereka disebabkan oleh puing-puing yang dicegat. Produksi di pabrik di Ruwais, dekat perbatasan barat UEA dengan Arab Saudi, dihentikan.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah Israel menyerang pabrik petrokimia di Iran yang menurut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk mendanai perang.

Industri petrokimia merupakan sektor kunci di banyak negara Teluk. Pabrik-pabrik di Bahrain, UEA, dan Iran mengolah minyak dan gas menjadi produk seperti plastik, polimer, dan pupuk, menghasilkan pendapatan ekspor miliaran dolar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)