Israel Akui Tewaskan Warganya Sendiri di Perbatasan Lebanon. Foto: Anadolu.
Salah Sudut Tembak, Israel Akui Tewaskan Warganya Sendiri di Perbatasan Lebanon
Muhammad Reyhansyah • 24 March 2026 13:15
Tel Aviv: Pemerintah Israel pada Senin, 23 Maret 2026 mengakui seorang warga sipilnya tewas akibat tembakan artileri pasukannya sendiri di dekat perbatasan Lebanon. Insiden ini menjadi korban sipil pertama di pihak Israel dalam konflik perbatasan yang berlangsung bersamaan dengan perang melawan Iran.
Korban, Ofer Moskovitz (60), merupakan seorang petani alpukat di Kota Misgav Am. Sepekan sebelum insiden, ia sempat menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan.
Dalam pernyataan resmi, Kepala Komando Utara militer Israel, Rafi Milo, mengatakan, "Moskovitz tewas akibat tembakan dari pasukan kami sendiri dalam sebuah operasi yang seluruh tujuannya adalah untuk melindungi mereka".
Dilansir dari AsiaOne, Selasa, 24 Maret 2026, militer Israel sempat menyalahkan tembakan lintas batas dari Lebanon ketika pertama kali melaporkan kejadian tersebut pada Minggu lalu.
Militer Israel menjelaskan pasukan artileri saat itu melepaskan tembakan untuk mendukung operasi pasukan yang bertugas di Lebanon selatan. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi kesalahan serius dalam prosedur operasional.
Disebutkan, tembakan artileri dilakukan dengan sudut yang keliru dan tidak mengikuti protokol yang telah ditetapkan. Akibatnya, lima peluru artileri justru jatuh di kawasan perbukitan Misgav Am, bukan ke arah target musuh.
“Penembakan artileri dilakukan dengan sudut yang tidak tepat dan tidak mengikuti protokol yang diwajibkan,” demikian pernyataan militer.
“Akibatnya, lima peluru artileri ditembakkan ke wilayah Misgav Am, bukan ke arah sasaran musuh.”

Bangunan di Lebanon yang hancur akibat serangan Israel. Foto: Anadolu.

Bangunan di Lebanon yang hancur akibat serangan Israel. Foto: Anadolu.
Konflik di perbatasan Lebanon meningkat
Konflik di perbatasan Lebanon meningkat setelah Israel melancarkan operasi darat dan serangan udara besar untuk menargetkan kelompok Hizbullah, yang didukung Iran.
Kelompok tersebut sebelumnya menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran, dua hari setelah dimulainya serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Otoritas Lebanon melaporkan lebih dari seribu orang tewas dan lebih dari satu juta lainnya mengungsi akibat konflik tersebut. Di pihak Israel, militer menyebut dua tentaranya telah tewas dalam pertempuran.
Dalam wawancara sebelumnya, Moskovitz menggambarkan situasi di wilayah tersebut yang terus dilanda serangan.
“Setiap lima menit Anda bisa mendengar ledakan bom,” ujar dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com