Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Foto: Dok. Kemenhut.
Hashim Puji Realisasi Program Perdagangan Karbon Kemenhut
Fachri Audhia Hafiez • 6 July 2026 21:33
Jakarta: Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengapresiasi akselerasi cepat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam merealisasikan program perdagangan karbon. Kemenhut dinilai sukses mengeksekusi kebijakan strategis ini menjadi salah satu program nasional yang paling cepat rampung dan siap diimplementasikan.
“Saya bisa katakan program itu sekarang sudah rampung dan sekarang kita implementasi,” kata Hashim dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) di Gedung Kemenhut, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga :
Kemenhut Luncurkan Skema Baru Perdagangan Karbon
Hashim mengungkapkan, tantangan terbesar dari program pemerintahan saat ini sering kali berada pada tahap eksekusi. Banyak program kerja yang memiliki tujuan mulia namun mandek dan terhambat di lapangan saat memasuki fase implementasi.
“Terus terang saja banyak program-program pemerintah Prabowo-Gibran, tujuannya mulia, bagus sekali tujuannya, tapi kita harus akui beberapa program terhalangi dengan implementasi. Kerja nyata bagus tujuan mulia, tapi implementasinya kurang baik,” ujar Hashim.
Hashim memuji proyek regulasi perdagangan karbon kehutanan ini sebagai pengecualian yang berhasil berjalan dengan sempurna. Keberhasilan ini tidak lepas dari kuatnya integrasi dan sinergi yang terjalin antarinstansi negara.
.jpeg)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.
“Program ini lintas departemen, lintas kementerian, lintas lembaga, lintas sektoral, dan ini yang paling berhasil. Luar biasa ini, kita berbangga,” tutur Hashim.
Hashim melayangkan pujian terhadap kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Kecepatan Menhut dalam memangkas rantai birokrasi memastikan peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada Kamis, 9 Juli 2026, langsung mengantongi komoditas nyata yang siap diperdagangkan secara global.
“Pak Raja Juli luar biasa. Hari Kamis tidak omon-omon, sudah ada yang bisa diperdagangkan. Kamis depan ini luar biasa. Ini kita berbangga,” kata Hashim.