Aliansi kader HMI se-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedubes AS. Foto: Istimewa.
3 Tuntutan HMI di Kedubes AS: Kecam Agresi Militer hingga Desak Sidang Darurat PBB
Media Indonesia • 9 January 2026 17:24
Jakarta: Aliansi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan sebagai respons atas serangan Negeri Paman Sam tersebut ke Venezuela.
"Kami mengecam keras kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai telah melakukan agresi militer terhadap Venezuela," kata penanggung jawab lapangan, Sigit, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 9 Januar 2026.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan tiga poin utama. Pertama, mengecam agresi militer Amerika Serikat ke Venezuela.
Kedua, para demonstran mendesak pembebasan Nicolas Maduro. "Kami mendesak agar Presiden Venezuela Nicolas Maduro segera dibebaskan serta menuntut pengembalian kedaulatan Venezuela dari apa yang mereka sebut sebagai fitnah dan aksi sepihak Amerika Serikat," ungkap Sigit.
Aksi diikuti puluhan massa yang membawa mobil komando, spanduk, poster, serta bendera HMI. Situasi di sekitar titik kumpul massa di kawasan Sekretariat Golkar DKI Jakarta sempat terpantau kondusif sebelum peserta bergerak menuju Kedubes AS.

Aksi unjuk rasa kade HMI di depan Kedubes AS. Foto: Istimewa.
Aparat keamanan sempat melarang aksi digelar tepat di depan kedutaan. Setelah dilakukan negosiasi, massa akhirnya diizinkan menyampaikan aspirasi dengan batas waktu sekitar 30 menit.
Situasi semakin ramai ketika kelompok lain, Gerakan Bersama Rakyat, melakukan long march dan bergabung dengan Aliansi Kader HMI. Secara bergantian, para peserta menyampaikan orasi yang menyoroti penangkapan pemimpin Venezuela serta peran Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
(M. Ilham Ramadhan Avisena)