Anggaran THR ASN Kota Malang 2026 Tembus Rp42,6 Miliar

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Anggaran THR ASN Kota Malang 2026 Tembus Rp42,6 Miliar

Daviq Umar Al Faruq • 26 February 2026 18:45

Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan anggaran sebesar Rp42,6 miliar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026. Nilai ini meningkat lebih dari Rp10 miliar dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp32,4 miliar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, menyebut lonjakan anggaran THR dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah pegawai. Penambahan sekitar 3.100 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada akhir 2025 menjadi faktor utamanya.

"Kenaikan anggaran ini karena ada penambahan sekitar 3.100 PPPK," kata Subkhan di Kota Malang, Kamis, 26 Februari 2026.
 


Total anggaran Rp42,6 miliar tersebut akan disalurkan kepada 9.912 ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK di lingkungan Pemkot Malang. Seluruhnya diproyeksikan menerima hak THR sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait jadwal pencairan, Pemkot Malang masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. Hingga kini, aturan teknis dan waktu pasti pencairan belum ditetapkan.

"Untuk pemberian THR bagi ASN, kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," ujar Subkhan.

Subkhan menjelaskan, mekanisme pencairan THR akan dilakukan melalui masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setiap SKPD wajib mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) gaji THR kepada BKAD.

Selanjutnya, BKAD sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebagai dasar transfer. Proses pencairan dilakukan melalui Bank Jatim ke rekening masing-masing ASN.

"Setelah SP2D terbit, Bank Jatim akan langsung mentransfer dana THR ke rekening masing masing ASN," urai Subkhan.


Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com


Sinyal pencairan THR Idulfitri 2026 sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Keuangan yang mengarah pada awal Ramadan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan harapannya agar kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan di daerah.

"Kalau dari pusat sudah ada arahan seperti itu (cair awal Ramadan), ya kami harapkan begitu," ucap Subkhan.

Wahyu menilai pencairan THR lebih awal akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Selain membantu kebutuhan hari raya ASN, kebijakan itu juga diyakini dapat mendorong konsumsi jelang Lebaran.

"Saya sih berkeinginan jauh sebelum libur Lebaran sudah diberikan supaya mereka (ASN) bisa memanfaatkan untuk kebutuhan hari raya dan supaya tidak terlalu mempet," ungkap Subkhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)