Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Marak 'Rayap Besi' di JPO, Pramono Minta Pelaku Dihukum
Aris Setya • 14 April 2026 14:46
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku pencurian material besi pada fasilitas umum, khususnya di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Aksi yang dikenal dengan sebutan 'rayap besi' ini dinilai tidak hanya merusak fasilitas kota, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang melintas.
“Kalau kemudian masih ada yang mengambil atau mencuri besi-besi yang ada di JPO, saya akan mendorong untuk diambil tindakan tegas kepada siapa pun itu. Karena ini sudah mengganggu ketertiban umum,” ujar Pramono di Kantor Bina Marga, Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang berupaya keras membenahi berbagai infrastruktur kota. Ia berharap pelaku kriminalitas yang merusak upaya pembenahan tersebut dapat segera diringkus agar tidak terus meresahkan masyarakat luas.
“Jakarta pelan-pelan kita benahi, mudah-mudahan orang siapa pun yang akan melakukan itu segera kita bisa tangkap,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Pramono telah memerintahkan jajaran terkait untuk mempercepat pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik JPO yang rawan aksi pencurian. Peningkatan pengawasan ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku pencurian pelat maupun baut besi jembatan.
“Sekarang ini hampir semua JPO saya sudah minta untuk mulai dipasang CCTV,” tutur Pramono.
.jpg)
Ilustrasi JPO. Foto: Dok. Antara.
Masalah ini kembali mencuat setelah warga berhasil menggagalkan aksi pencurian pelat besi di JPO Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu, 5 April 2026 dini hari. Seorang pria berinisial R, 38, tertangkap tangan saat hendak memereteli bagian jembatan, yang kini kasusnya tengah ditangani pihak berwajib.