Bertransformasi Jadi Humanis, Polri Ubah Paradigma Mengawal Unjuk rasa

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (ANTARA/HO-YouTube Divisi Humas Polri)

Bertransformasi Jadi Humanis, Polri Ubah Paradigma Mengawal Unjuk rasa

Achmad Zulfikar Fazli • 1 July 2026 16:59

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang humanis. Salah satu caranya dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan penyampaian pendapat.

"Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis, Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar kamtibmas tetap terjaga," kata Kapolri saat berbicara dalam upacara peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Rabu, 1 Juli 2026.

Kapolri mengatakan langkah Polri itu bagian dari ikhtiar menjamin terwujudnya keamanan dalam negeri. Sehingga, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan kondusif.

"Berdasarkan The Global Safety Report 2025 oleh Gallup, 83 persen masyarakat Indonesia merasa aman ketika berjalan sendirian di malam hari," kata Kapolri.

Ilustrasi Polri. Dok. Medcom

Dia menyebut hasil pelaksanaan tugas Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu tertuang dalam hasil Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Juni 2026, yang menyatakan terjadi peningkatan kepercayaan publik kepada Polri, dari 76,2 persen menjadi 80,6 persen.

Selain itu, 82,4 persen responden yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang. Menurut dia, hasil survei yang positif menjadi motivasi bagi Polri untuk meningkatkan kualitas layanan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Dengan demikian, bangsa Indonesia siap menyambut momentum bonus demografi sebagai titik tolak mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama.

"Demi mewujudkan asa tersebut, dibutuhkan tekad dari seluruh komponen bangsa untuk saling bahu-bahu, dan kami menyadari bahwa semangat transformasi Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan kolektif tersebut," ucap Kapolri.

Kapolri mengibaratkan pengabdian Polri seperti peribahasa tak ada gading yang tak retak. Menurut dia, perjalanan Polri untuk mengabdi kepada masyarakat belum sepenuhnya sempurna.

Polri menerima segala kritik dan masukan dari masyarakat sebagai upaya perbaikan menjadi lebih baik lagi.

(Achmad Zulfikar Fazli)