Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto melakukan penanganan terhadap jalur rel di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebea, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026) dini hari usai anjlokan KA Bangunkarta pada Senin (6/4/2026) siang. ANTARA/HO-KAI Purwokerto
14 Jam Evakuasi, Jalur Kereta di Bumiayu Kini Dibuka
Lukman Diah Sari • 7 April 2026 08:57
Purwokerto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto terus melanjutkan normalisasi jalur rel di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, usai gangguan akibat anjloknya KA Bangunkarta sejak Senin siang, 6 April 2026.
“Jalur tersebut telah kembali dapat dilalui kereta api (Selasa) dini hari tadi pada pukul 04.08 WIB setelah melalui proses evakuasi sarana dan perbaikan jalur selama kurang lebih 14 jam,” kata Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M.As’ad Habibuddin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, 7 April 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim tanggap darurat yang bekerja secara nonstop sejak kejadian berlangsung. Proses penanganan meliputi evakuasi sarana KA Bangunkarta yang anjlok serta normalisasi jalur rel agar dapat kembali difungsikan.
.jpg)
Ilustrasi kereta api anjlok. (Metrotvnews.com)
Meskipun jalur telah dibuka kembali, dia mengatakan KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan bagi kereta api yang melintas guna memastikan keamanan geometri jalur. Selain itu, petugas di lapangan masih terus melanjutkan proses normalisasi secara bertahap hingga jalur benar-benar kembali ke kondisi optimal.
“Kami masih melanjutkan tahap normalisasi jalur. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, sehingga dalam waktu dekat jalur ini dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” tegas dia.
Dengan kembali berfungsinya jalur rel di Stasiun Bumiayu, konektivitas perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto diharapkan dapat pulih secara bertahap, seiring selesainya proses normalisasi yang masih berlangsung.
“KAI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam proses penanganan gangguan tersebut, sehingga pemulihan jalur dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat,” kata As’ad.