Antara 'Dingin dan Hangat', Napas Ekonomi Thamrin City Jelang Ramadan

Rico, 35, seorang pedagang aksesoris muslimah di Blok F Thamrin City. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Antara 'Dingin dan Hangat', Napas Ekonomi Thamrin City Jelang Ramadan

Aris Setya • 4 February 2026 05:55

Jakarta: Suasana sejuk mesin pendingin ruangan di Thamrin City, Jakarta Pusat, mulai kalah dengan hangatnya antusiasme pengunjung yang datang silih berganti. Dua minggu menjelang Ramadan 2026, pusat perbelanjaan ini mulai bersolek dengan deretan maneken berbalut gamis dan baju koko terbaru. 

Masyarakat mulai memadati lorong-lorong toko. Ini menandai geliat ekonomi yang perlahan bangkit meski dalam ritme yang lebih tenang dibanding tahun lalu.

"Masih dingin-dingin bang, cuma sudah mulai hangat-hangat dikit (antusiasme pengunjung)," ujar Rico, 35, seorang pedagang aksesoris muslimah di Blok F Thamrin City, Selasa, 3 Februari 2026.
 


Rico merasakan ada pergeseran pola belanja masyarakat tahun ini. Jika tahun lalu sebulan sebelum puasa lorong pasar sudah penuh sesak, tahun ini pergerakan pengunjung terasa lebih lambat. Meski ada kenaikan omzet, angkanya belum melonjak signifikan seperti yang ia harapkan.

"Perbedaannya beda sih bang. Kalau tahun dulu, sebulan mau puasa itu pergerakannya lebih dari ini pengunjungnya. Sekarang ini peningkatan sih ada dari biasa ya, tapi itu enggak jauh, cuma berapa persen," ungkap Rico sambil merapikan dagangannya.

Kondisi berbeda justru dirasakan oleh para pembeli yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan tren busana terkini. Icha, 29, warga Bojonggede, Bogor, adalah salah satu yang sengaja datang lebih awal untuk menghindari puncak keramaian saat mendekati Lebaran nanti. Baginya, Thamrin City adalah "kiblat" untuk mencari model gamis dan baju koko yang sedang naik daun.


Pengunjung, Icha, 29, warga Bojonggede, Bogor. Foto: Metro TV/Aris Setya.

"Aku mau beli baju muslim karena di sini banyak ciri khas bermacam-macam model. Saya ke sini beli baju gamis saya dan anak, baju koko suami, beli kerudung. Wah, sudah parah banget, belum puasa saja sudah desak-desakan, gimana kalau mau puasa dekat ke lebaran," sebut Icha.

Geliat di Thamrin City ini menjadi potret awal persiapan masyarakat menyambut bulan suci. Meski pedagang seperti Rico merasa suasana masih "hangat kuku", kehadiran pembeli seperti Icha menunjukkan bahwa tradisi tampil baru di hari raya tetap menjadi denyut nadi yang menghidupkan pasar-pusat tekstil di Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)