Nenek Saudah Desak Pemulihan Nama Baik Usai Dianiaya Penambang

Nenek Saudah. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

Nenek Saudah Desak Pemulihan Nama Baik Usai Dianiaya Penambang

Rona Marina Nisaasari • 2 February 2026 16:13

Jakarta: Korban penganiayaan di Pasaman, Sumatra Barat, nenek Saudah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komisi XIII DPR yang telah mengawal kasus kekerasan yang menimpanya. Di hadapan para wakil rakyat, nenek berusia 68 tahun ini berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan serta memulihkan martabat keluarganya di kampung halaman.

“Terima kasih sama kalian semua, mudah-mudahan Allah yang membalas kebaikan kalian. Saya tidak banyak bisa bicara, cuma terima kasih sebanyak-banyaknya sama kalian,” kata Saudah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
 


Nenek Saudah menegaskan bahwa perjuangannya mempertahankan tanah bukan semata-mata soal materi, melainkan menjaga warisan bagi anak dan cucunya. Ia pun meminta otoritas terkait untuk memberikan kepastian hukum yang seadil-adilnya atas tindakan brutal yang dilakukan para pelaku penambangan ilegal.

“Saya ingin keadilan betul-betul sama anak-anak cucu saya semua. Dikasih keadilan yang sebaik-baiknya. Dan saya minta dipulihkan nama baik saya di kampung saya sendiri,” ujar Saudah..

Berdasarkan keterangan dalam rapat kerja tersebut, Komisi XIII DPR menemukan adanya ketidaksesuaian jumlah pelaku dalam proses hukum. Meski nenek Saudah mengingat ada empat orang yang melakukan pengeroyokan, hingga saat ini pihak kepolisian baru menetapkan satu orang sebagai tersangka.


Nenek Saudah. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

“Dalam ingatan dari Ibu Saudah itu ada empat orang, tetapi yang ditersangkakan hanya satu orang. Itulah pihak dari Ibu Saudah akan meminta keadilan, ya betul-betul diproses,” ungkap anggota Komisi XIII DPR, Arisal Aziz.

Kepolisian diharapkan untuk bergerak cepat mengejar dugaan tersangka lain yang masih berkeliaran. Selain itu, DPR meminta kementerian terkait menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk memberantas kekerasan dalam konflik agraria agar kejadian serupa tidak menimpa warga kecil lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)