Pusat pengelolaan sampah untuk energi. Foto: Istimewa
Transisi Energi Bersih Disebut Mesti Berdampak ke Masyarakat
M Sholahadhin Azhar • 14 February 2026 13:00
Jakarta: Pengelolaan sampah berkelanjutan digenjot seluruh pihak. Hal itu untuk mendukung program pemerintah terkait transisi energi bersih, yang berdampak langsung ke masyarakat.
Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan bahwa pembangunan berbasis energi terbarukan harus memberikan manfaat langsung. Terutama, bagi masyarakat.
"Memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta peningkatan kesejahteraan warga," kata Asep dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 14 Februari 2026.
Hal tersebut diungkap Asep, saat meresmikan pemanfaatan fasilitas biogas di Kampung Cihurang, Desa Cidadap. Serta, Solar Dryer House di Kampung Tegallega, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
“Pemanfaatan biogas dan Solar Dryer House ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih bisa hadir dari desa, dikelola oleh masyarakat," kata Asep.
Pembangunan biogas dan Solar Dryer House merupakan output kolaborasi antara Rumah Energi dan PT Insight Investments Management (PT IIM). Hal tersebut dalam usaha meluaskan cakupan wilayah “Desa Energi Insight”. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Proyek Pro Women 3 yang didanai oleh Ford Foundation.
Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis masyarakat sekaligus menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi lokal.
Program biogas di Kampung Cihurang memanfaatkan limbah organik, termasuk potensi limbah sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN), sampah sisa makanan masih menjadi kontributor terbesar timbunan sampah nasional.
Melalui pengolahan biogas, limbah organik dapat diubah menjadi energi bersih untuk kebutuhan memasak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pusat pengelolaan sampah untuk energi. Foto: Istimewa
“Pembangunan biogas dan Solar Dryer House ini merupakan bagian dari rangkaian program Desa Energi Insight yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur, serta di Karang Sidemen, Lombok Tengah dan kemudian di Lampung Timur," kata Komisaris Utama PT IIM, Anak Agung Gde Wisnu Wardhana,
Pihaknya melihat pengembangan energi terbarukan dapat menjadi pintu masuk. Terutama, untuk memperkuat ekonomi lokal, ketahanan pangan, serta kualitas hidup masyarakat desa yang berwawasan lingkungan.
Direktur Rumah Energi Sumanda Tondang menegaskan bahwa pendekatan teknologi tepat guna berbasis komunitas, merupakan kunci keberlanjutan program. Sekaligus, sarana pembelajaran.
"Sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. Ketika masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga pengelolaan, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” kata Sumanda.