Sambut Akhir Pekan, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.027/USD

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dok. MI

Sambut Akhir Pekan, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.027/USD

Gervin Nathaniel Purba • 16 October 2026 16:07

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) semakin melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Mengutip data Bloomberg, rupiah bergerak turun 89 poin atau 0,50 persen menjadi Rp18.027 per USD, dibandingkan penutupan sore kemarin pada level Rp17.938 per USD.

Data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat rupiah tak berdaya terhadap USD. Mata uang Garuda tercatat melemah pada level Rp18.052 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya tercatat Rp17.948 per USD.

Sementara Yahoo Finance mencatat rupiah pada level Rp18 ribu per USD. Rupiah melemah 57 poin atau 0,32 persen.

"Pada perdagangan akhir pekan, mata uang rupiah ditutup melemah 89 poin. Sebelumnya sempat melemah 140 poin pada level Rp18.027 per USD dari penutupan sebelumnya pada level Rp17.938 per USD, " kata Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2026.

Jika dibandingkan dengan perdagangan tadi pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis terhadap USD. Rupiah dibuka pada level Rp18.064 per USD.



Diperingati Setiap 30 Oktober, Ini Sejarah Hari Uang

 

 

Dipengaruhi usulan MSCI


Riset Ibrahim mencatat pelemahan rupiah terhadap USD dipengaruhi oleh sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan penurunan status pasar Indonesia menjadi pasar mandiri (standalone market). Usulan ini didasari oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terkait tata kelola serta dugaan adanya praktik perdagangan terkoordinasi.

"Keputusan akhir dijadwalkan akan ditetapkan pada 30 Juni 2027. Meskipun berbagai reformasi telah dilakukan, MSCI menyoroti lemahnya penegakan aturan dan disfungsi pasar," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Bank Indonesia (BI) harus terus melakukan intervensi secara konsisten melalui sejumlah langkah agar depresiasi rupiah tidak terlalu dalam. 

Beberapa langkah intervensi yang bisa dilakukan, di antaranya transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI juga harus menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang.

"Serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," kata dia.

Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif untuk perdagangan Senin, 19 Oktober 2026 . Rupiah diprediksi ditutup melemah pada rentang Rp18.020 per USD hingga Rp18.070 per USD.

"Sedangkan perdagangan dalam minggu depan pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD," ucap dia


 

(Gervin Nathaniel Purba)