Basarnas evakuasi satu jenazah dari reruntuhan bangunan musala Ponpes Al Khoziny. Dokumentasi/ Basarnas Surabaya
Tim SAR Evakuasi Ponpes Al Khoziny Mulai Terserang Gatal-Gatal
Amaluddin • 6 October 2025 13:33
Sidoarjo: Kondisi kesehatan anggota tim pencarian dan pertolongan (SAR) yang terlibat dalam evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai menurun. Beberapa petugas dilaporkan terserang gatal-gatal dan iritasi kulit akibat paparan debu, lumpur, serta kurangnya perlindungan diri selama bertugas di lokasi bencana.
"Setelah evaluasi kemarin, ada beberapa anggota yang terserang penyakit kulit, gatal-gatal, karena tidak memakai APD yang baik,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, Senin, 6 Oktober 2025.
Budi mengatakan kondisi medan evakuasi yang lembap, tertutup puing bangunan, dan bercampur lumpur membuat risiko gangguan kesehatan semakin tinggi. Untuk itu, BNPB bersama Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jawa Timur segera menyalurkan bantuan tambahan berupa APD, vitamin, dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh para petugas di lapangan.
“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan stamina dan kesehatan personel agar mereka tetap bisa bekerja maksimal dalam operasi yang sudah berlangsung lebih dari sepekan,” ucap Budi.
Hingga hari ke-8 proses evakuasi, Senin, 6 Oktober 2025, tim gabungan melaporkan 54 korban telah ditemukan, dengan rincian lima bagian tubuh (body part) dan 49 jenazah utuh. Masih ada 13 korban yang belum ditemukan, dan proses pencarian terus dilanjutkan.
"Targetnya hari ini selesai. Tapi ini bukan hari terakhir. Bila belum selesai, pencarian akan terus kami lanjutkan sampai tuntas,” tegas Budi.
Budi juga mengingatkan seluruh tim untuk tetap menjaga kesehatan dan bekerja dengan hati-hati. “Kita harus tetap berdoa dan waspada, karena keselamatan petugas juga menjadi prioritas dalam misi kemanusiaan ini,” tandas Budi.