Ilustrasi. (metrotvnews.com)
TKW Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Kades: Berangkat Tanpa Jalur Resmi
Roni Kurniawan • 12 October 2026 15:07
Bandung: Tenaga kerja wanita (TKW) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, diduga menjadi korban penyekapan di Dubai, Uni Emirat Arab. Sri diduga berangkat ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi sebagai pekerja migran Indonesia.
Kepala Desa Cililin, Tedy Kusniadi, mengatakan Sri berangkat melalui sponsor secara mandiri tanpa surat izin dari pemerintah desa maupun kelengkapan administrasi sebagai pekerja migran Indonesia. Tedy mengaku tidak menerima pengurusan administrasi keberangkatan Sri untuk bekerja di Dubai.
"Keberangkatan korban diduga melalui sponsor secara mandiri. Tidak ada surat izin dari pemerintah desa maupun kelengkapan administrasi sebagai pekerja migran Indonesia," ujar Tedy saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin, 12 Oktober 2026.
Tedy menjelaskan, Sri sebelumnya pernah bekerja di Arab Saudi dan kemudian kembali ke kampung halamannya di Cililin. Setelah beberapa waktu berada di Indonesia, Sri kembali berangkat ke luar negeri untuk bekerja, kali ini ke Dubai.
"Korban sebelumnya pernah bekerja di Arab Saudi, kemudian pulang ke Cililin. Setelah itu, korban kembali berangkat ke Dubai untuk bekerja," kata Tedy.
"Dia baru tiga hari kerja lalu kabur, karena majikannya galak," cetus Tedy.
Setelah meninggalkan tempat kerjanya, Sri bertemu dengan seseorang yang kini diduga terlibat dalam kasus penyekapan tersebut. Menurut Tedy, informasi dari keluarga menyebut orang tersebut diduga berasal dari Cianjur.
"Informasi dari keluarga. Dalam perjalanan itu, Sri kemudian bertemu dengan orang yang diduga germo, itu orang Cianjur yang ada disana (Dubai),” tutur Tedy.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Dugaan penyekapan tersebut memicu kekhawatiran keluarga terhadap keselamatan Sri. Kasus ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredarnya potongan percakapan pesan singkat antara Sri dan keluarganya.Tedy mengatakan pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bandung Barat.
"Tadi sudah lapor ke Disnaker (Kabupaten Bandung Barat), terus juga ke KDM (Gubernur Jabar Dedi Mulyadi) dan ke pak Bupati juga. Harapan keluarga tentu korban bisa ditemukan dan mendapatkan perlindungan," ungkap Tedy.