PAM Jaya Sebut Air Perpipaan Perlambat Penurunan Muka Tanah Jakarta

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. Metrotvnews.com/Nattasya

PAM Jaya Sebut Air Perpipaan Perlambat Penurunan Muka Tanah Jakarta

Nattasya Amani Vrazeti • 1 November 2026 15:26

Bandung: Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyebut penggunaan air perpipaan oleh masyarakat berkontribusi terhadap perlambatan penurunan muka tanah di Jakarta. Hal tersebut merujuk pada hasil penelitian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi yang menunjukkan volume air tanah di Jakarta mulai terisi kembali.

“Di-research-nya Kementerian ESDM itu ternyata Jakarta menjadi salah satu kota secara research based membuktikan dan terbukti volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi. Dan, bisa menahan laju turunnya muka tanah yang ada di Jakarta,” kata Arief dalam acara PAM Jaya Media Gathering 2026 bertajuk Strengthening Partnership Connecting for Jakarta’s Water Future, dikutip pada Minggu, 1 November 2026. 

Arief mengatakan hasil penelitian tersebut membandingkan kondisi volume air tanah di Jakarta pada 2018-2025. Berdasarkan pemaparan yang ditampilkan, wilayah mengalami penurunan volume air tanah ditandai dengan warna merah mulai berkurang.

“Dikarenakan zona kita sudah semakin terimplementasi, saya makanya bilang thankful banget dengan Dinas SDA dan kemudian sinergi dengan kita, nyambung-nya pipa kita, di 2025 riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah,” ujar Arief.

Ilustrasi--Beberapa petugas PDAM memasang alat ukur tekanan air dalam pipa di saluran PDAM Pejompongan, Jakarta Pusat.(Dok.MI)


Dia menjelaskan perubahan tersebut terlihat dari semakin berkurangnya wilayah yang ditandai warna merah dalam hasil penelitian. Wilayah yang ditandai warna hijau juga semakin meluas dibandingkan kondisi pada 2018.

“Sudah mulai dari besar jadi menurun kecil ya, makin sedikit yang merah-merahnya gitu ya. Makin kemudian hijaunya sudah makin lebih banyak, sehingga kemudian penurunan muka tanahnya semakin melambat,” tutur Arief.

Arief menilai hasil penelitian tersebut menjadi bukti perluasan layanan air perpipaan di Jakarta mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi lingkungan. Dia juga menyebut semakin banyak masyarakat yang mulai menggunakan layanan air perpipaan.

“Ini menandakan bahwasanya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan,” kata Arief. 

Hingga September 2026, cakupan pelayanan PAM Jaya mencapai 83,27 persen dengan jumlah pelanggan sebanyak 1,2 juta. PAM Jaya menargetkan cakupan pelayanan air bersih di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029.

Arief menyebut hasil penelitian Badan Geologi tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi PAM Jaya untuk memperluas jaringan perpipaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

(Achmad Zulfikar Fazli)