Pemkab OKU Selatan mencanangkan gerakan tanam padi di Lingkungan VI Talang Sebaris, Kelurahan Kisau, Kamis, 21 Mei 2026. ANTARA/HO/Diskominfo OKU Selatan
OKU Selatan Percepat Tanam Padi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
Silvana Febiari • 21 May 2026 21:10
OKU Selatan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan (Sumsel), mempercepat proses tanam menghadapi ancaman musim kemarau panjang melalui Gerakan Tanam Padi di Lingkungan VI Talang Sebaris, Kelurahan Kisau. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi gagal panen.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab OKU Selatan Zulfakar Dhani menegaskan program Gerakan Tanam Padi merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Upaya ini sekaligus mengurangi potensi dampak buruk El Nino terhadap hasil panen petani.
"Gerakan ini sebagai langkah antisipatif menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan mempengaruhi sektor pertanian," katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Dia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah. Kegiatan ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin nyata dirasakan para petani.
Menurut dia, kondisi cuaca ekstrem yang dipicu El Nino dapat berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bagi lahan pertanian. Sehingga, diperlukan langkah antisipasi sejak dini agar produksi padi tetap terjaga.
“Melalui gerakan ini, pemerintah ingin memastikan para petani tetap semangat menanam padi dan terus produktif sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar dia.

Ilustrasi panen raya padi. Foto: Medcom.id/Alex Rajes.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Selatan Taufikurahman mengatakan gerakan tanam padi itu merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Gerakan Tanam Padi tersebut merupakan bagian dari target besar peningkatan produksi pangan di Provinsi Sumatra Selatan sebesar 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2026.
Menurut dia, target tersebut hanya dapat tercapai melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat tani sebagai pelaku utama sektor pertanian di wilayah setempat.
"Dukungan dari pemerintah tidak hanya dalam bentuk pencanangan, tetapi juga melalui penyediaan sarana produksi pertanian seperti bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis agar hasil panen semakin meningkat," ungkap dia.