Polda Metro Tegaskan Polri Hadir Kawal Ruang Demokrasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Polda Metro Tegaskan Polri Hadir Kawal Ruang Demokrasi

Metro TV • 24 September 2026 10:43

Jakarta: Polda Metro Jaya menegaskan komitmen jajarannya untuk menjaga dan mengawal ruang demokrasi di Indonesia. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui pengerahan 26.386 personel gabungan demi mengamankan 99 kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.

"Polri hadir untuk demokrasi, menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus kita hormati," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
 


Budi menjelaskan, puluhan ribu personel yang diterjunkan merupakan tim gabungan. Terdiri atas unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR-MPR.

"Sebanyak 26.386 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR-MPR disiapkan untuk mengamankan 99 kegiatan masyarakat," jelas Budi.

Pengamanan di kawasan Jakarta Pusat menjadi salah satu fokus utama. Pihaknya menyiagakan 4.020 personel di kawasan Monumen Nasional (Monas), 4.051 personel di area Bundaran HI, Dukuh Atas hingga Jalan MH Thamrin, serta 3.633 personel di sekitar Gedung DPR/MPR RI.


Ilustrasi pengamanan. Foto: Dok. Antara.

Beberapa elemen massa dijadwalkan menyampaikan aspirasinya di titik-titik tersebut. Aksi massa buruh dipusatkan di depan Gedung UOB kawasan Bundaran HI. Sementara itu, aksi di depan Gedung DPR/MPR diperkirakan bakal dihadiri sekitar 600 hingga 750 peserta gabungan dari elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat tani.

“Untuk di Bundaran HI, sekitar Bundaran HI disepakati di depan UOB, itu pelaksanaan dari peserta buruh. Begitu juga yang ada di DPR dan MPR RI, gabungan dari mahasiswa dan buruh dan masyarakat tani yang akan melaksanakan aksi lebih kurang 600 sampai dengan 750 orang massa,” tutur Budi.

Guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan seiring berjalannya aksi di sejumlah ruas jalan utama, pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional. Masyarakat pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar titik lokasi aksi diimbau untuk menggunakan rute alternatif demi kelancaran mobilitas bersama.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Fachri Audhia Hafiez)