Polri Tak Menduga Gedung Perkantoran Jadi Sarang Judi Online

Konferensi Pers penggerebekan markas judol internasional di Jakarta. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah

Polri Tak Menduga Gedung Perkantoran Jadi Sarang Judi Online

Dimas Chairullah • 9 May 2026 21:02

Jakarta: Jakarta: Gedung perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower di Jakarta Pusat, dari luar tampak seperti area komersial pada umumnya yang sibuk dan formal. Namun, di balik rapatnya pintu kantor tersebut, beroperasi sindikat judi online internasional yang digawangi 321 warga negara asing asal negara-negara Indochina. 

"Jika rekan-rekan melihat situasi tempat ini, gedung ini memang dari luar sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas gambling online," kata Ses NCB Interpol Brigjen Pol Untung Widyatmoko di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Untung menjelaskan pelaku yang ditangkap bukan pemain baru di dunia kejahatan siber. Mereka adalah tokoh-tokoh dan operator eks-Kamboja, Sihanoukville, hingga Myawaddy yang memindahkan basis operasinya ke Indonesia.
 


Memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan, ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari Vietnam, Tiongkok, hingga Laos ini masuk ke Indonesia berbekal undangan dari rekan-rekan sesama sindikat. 


Konferensi Pers penggerebekan markas judol internasional di Jakarta. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah

Di Hayam Wuruk Plaza Tower, mereka mendirikan operasional yang sangat terstruktur. Yakni, dengan membagi peran mulai dari telemarketing, customer service, hingga bagian keuangan.

Modus  mereka berjalan masif selama dua bulan terakhir. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menambahkan, penyidik menyita berbagai perangkat elektronik dan menemukan 75 domain situs yang digunakan pelaku secara bergantian untuk mengecoh sistem pemblokiran dari pemerintah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)