Bursa Asia Bergerak Datar Jelang Laporan Keuangan Nvidia

Layar yang menampilkan informasi pasar saham di Tokyo, Jepang. Foto: Xinhua/Zhang Xiaoyu.

Bursa Asia Bergerak Datar Jelang Laporan Keuangan Nvidia

Husen Miftahudin • 24 August 2026 09:19

Sydney: Pasar saham Asia bergerak terbatas pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Investor mencermati rencana Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi baru terhadap Iran serta menunggu laporan keuangan Nvidia pada pekan ini.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi perkembangan suku bunga AS, imbal hasil obligasi pemerintah, dan ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.

Mengutip Investing.com, Senin, 24 Agustus 2026, pasar saham Asia bergerak relatif tenang pada awal perdagangan. Indeks Nikkei Jepang hampir tidak berubah setelah turun hampir empat persen pada pekan sebelumnya.

Sementara indeks saham Korea Selatan turun 0,8 persen, sedangkan indeks Taiwan melemah 0,5 persen. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang juga turun 0,2 persen.

Di Eropa, kontrak berjangka EURO STOXX 50, DAX, dan FTSE bergerak terbatas. Sementara di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq sedikit melemah.
 



(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Saham teknologi menanti kinerja Nvidia


Sektor teknologi menjadi perhatian investor menjelang laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan dirilis pada Rabu. Ekspektasi terhadap produsen cip tersebut sangat tinggi. Analis secara umum memperkirakan pendapatan kuartalan Nvidia hampir dua kali lipat menjadi sekitar USD92 miliar.

Panduan laba setahun penuh diperkirakan berada di kisaran USD103 miliar hingga USD105 miliar. Investor mencermati kemampuan Nvidia memenuhi ekspektasi pasar di tengah tingginya perhatian terhadap perkembangan industri kecerdasan buatan.

Pelaku pasar juga menantikan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole di Wyoming pada Jumat.

Investor berharap mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga AS. Namun, Warsh diperkirakan tidak akan memberikan panduan kebijakan secara langsung menjelang pertemuan Federal Reserve berikutnya.

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 16 September sekitar 40 persen. Ekspektasi tersebut dapat berubah setelah data inflasi AS dirilis pekan ini.

(Husen Miftahudin)