Chicken Steak Ala Resto Makin Dilirik, Mac And Steak Hadirkan Inovasi

Ilustrasi Mac And Steak. Foto: Istimewa

Chicken Steak Ala Resto Makin Dilirik, Mac And Steak Hadirkan Inovasi

Muhamad Marup • 23 August 2026 10:21

Jakarta: Industri kuliner di Indonesia terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga mencari pilihan makanan yang praktis dengan tampilan dan pengalaman makan seperti di restoran.

Salah satu menu yang cukup mudah diterima berbagai kalangan adalah chicken steak. Menu berbahan dasar ayam ini berkembang dalam berbagai konsep usaha, mulai dari restoran hingga gerai makanan dengan harga yang lebih terjangkau.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan sektor penyediaan makanan dan minuman di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, sekaligus menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi pada periode tersebut.

Besarnya pasar juga terlihat dari jumlah pelaku usaha. Dalam publikasi Statistik Penyediaan Makanan Minuman 2024, BPS mencatat terdapat sekitar 5,28 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia pada 2024.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang sekaligus persaingan yang harus dihadapi pelaku usaha kuliner. Di tengah persaingan itu, inovasi menu menjadi salah satu cara untuk menciptakan diferensiasi.

Chicken steak, misalnya, dapat dikembangkan melalui pilihan saus, makanan pendamping, hingga konsep penyajian yang memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen. Konsep tersebut memungkinkan konsumen mendapatkan pengalaman menikmati chicken steak ala resto dengan harga yang lebih terjangkau.

Ilustrasi steak. Foto: Pexels

Di tengah persaingan tersebut, Mac And Steak hadir dengan membawa konsep perpaduan makaroni dan steak. Brand ini menawarkan menu yang menggabungkan steak dengan macaroni sebagai bagian dari pilihan hidangan.

Konsep tersebut dikembangkan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati menu bergaya restoran dalam format yang lebih praktis. CEO Mac And Steak, Astari Cita Marini, mengatakan konsep tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan konsumen terhadap menu yang familiar, tetapi tetap memiliki karakter.
 
"Kami ingin menghadirkan menu yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Perpaduan steak dan macaroni kami pilih karena keduanya sudah cukup familiar, tetapi ketika disajikan dalam satu konsep, memberikan pengalaman makan yang berbeda," ujar Astari dalam keterangan tertulisnya.

Astari menyebut, tantangan bisnis kuliner saat ini bukan hanya menciptakan menu yang menarik. Kualitas dan konsistensi produk juga penting ketika bisnis berkembang.

"Bagi kami, yang paling penting bukan hanya membuat produk terlihat menarik, tetapi bagaimana konsumen mendapatkan rasa dan kualitas yang konsisten setiap kali datang," katanya.

Selain pengembangan produk, Mac And Steak juga membuka peluang usaha makaroni dan steak melalui skema kemitraan. Model tersebut menyasar masyarakat yang ingin masuk ke bisnis kuliner dengan konsep usaha yang telah dikembangkan dan distandarisasi oleh brand. Dengan jumlah usaha makanan dan minuman yang mencapai jutaan unit, persaingan di sektor kuliner diperkirakan tetap menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Karena itu, kemampuan membaca perubahan selera konsumen, menjaga kualitas, serta menghadirkan produk yang memiliki karakter menjadi semakin penting.

Mac And Steak menjadi salah satu pelaku usaha yang mencoba merespons perkembangan tersebut melalui perpaduan steak dan macaroni. Dengan konsep chicken steak ala resto, pengembangan produk, serta peluang kemitraan usaha macaroni dan steak, brand ini turut meramaikan dinamika industri kuliner Indonesia.

(Muhamad Marup)