Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
Purbaya Klaim Rupiah Tahan Gejolak Global
Eko Nordiansyah • 14 March 2026 14:15
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stabilitas nilai tukar rupiah dan kuatnya kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah dinamika global.
Ia mengatakan gejolak global kerap memunculkan kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah. Namun, berdasarkan data yang ada, tekanan terhadap rupiah relatif terbatas.
"Ada yang bilang rupiah hancur, tetapi kalau dilihat betul, itu setiap perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen. Jadi, sebetulnya bagus daya tahan kita," ujar Purbaya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Maret 2026.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Kepercayaan investor kuat
Purbaya menjelaskan indikator lain yang menunjukkan kepercayaan investor adalah selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury.Menurutnya, spread SBN terhadap US Treasury hanya mengalami kenaikan tipis dari 240 basis poin pada Januari 2025 menjadi sekitar 243 basis poin saat ini.
"Naiknya hanya terbatas hanya 3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja yang enggak percaya," katanya.
Ia menyampaikan aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia juga masih menunjukkan tren positif. Meski sempat mengalami fluktuasi, arus modal sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini cenderung masuk ke Indonesia.
Data terbaru pada Maret menunjukkan aliran dana asing masih tercatat masuk ke beberapa instrumen keuangan. Investasi pada saham dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing mencatat inflow sekitar Rp2,2 triliun.
Sementara itu, pada instrumen SBN hanya terjadi arus keluar terbatas sekitar Rp0,7 triliun.
"Jadi, setelah gonjang-ganjing di bulan Maret, sebetulnya masih masuk ke sini. Artinya mereka percaya betul bahwa pondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, karena mereka taruh uang," jelas Purbaya.