Cegah Radikalisme dan Hoaks, Pemkot Jaktim Perkuat Benteng Toleransi

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto membuka kegiatan Penguatan Implementasi Moderasi Beragama Angkatan II Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Rapat Bambu Apus, Gedung Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-Pe

Cegah Radikalisme dan Hoaks, Pemkot Jaktim Perkuat Benteng Toleransi

Achmad Zulfikar Fazli • 23 July 2026 00:12

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme, ekstremisme, intoleransi, serta hoaks melalui kegiatan Penguatan Implementasi Moderasi Beragama. Keberagaman harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Jakarta Timur yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.

Oleh karena itu, dia berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan ruang dialog yang sehat antarumat beragama. Sehingga, tercipta keseimbangan antara pengamalan ajaran agama masing-masing dengan penghormatan terhadap hak beragama orang lain.

Melalui sikap saling menghargai perbedaan, potensi konflik yang dipicu sentimen keagamaan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat kerja sama lintas iman dalam kehidupan bermasyarakat, ujar Kusmanto.

Selain memperkuat kerukunan umat beragama, kegiatan itu bertujuan menyatukan visi pembangunan kota melalui kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan wilayah, baik di sektor sosial, keagamaan, maupun infrastruktur.

Dalam kegiatan itu, para peserta dibekali dengan pemahaman untuk menangkal berkembangnya paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran narasi kebencian, khususnya di media sosial.

Edukasi yang diterima seluruh peserta diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih bijak, inklusif, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, salah satunya menjaga kondusivitas lingkungan dari ancaman narkoba, hoaks, dan aksi tawuran, jelas Kusmanto.
class=big_center
Ilustrasi radikalisme. Foto: Dok/Medcom.id

Dia pun berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, serta menjamin setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dengan aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.

(Achmad Zulfikar Fazli)