Foto tangkapan video dari Tim SAR KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. ANTARA/Nur Imansyah.
106 Penumpang KMP Putri Yasmin Dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dan Padangbai
Silvana Febiari • 12 August 2026 13:09
Mataram: SAR Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 106 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok berhasil dievakuasi dengan selamat. Mereka dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok dan Pelabuhan Padangbai, Bali.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengungkapkan para penumpang berhasil dievakuasi oleh sejumlah kapal milik SAR, TNI AL, dan KMP Port Link yang sehari melayani rute Pelabuhan Lembar Lombok dan Padangbai Bali.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Hariyadi, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga :
"Para penumpang yang selamat ada di evakuasi ke Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar," terangnya.
Kantor SAR Mataram berkolaborasi dengan Kantor SAR Denpasar yang turut menerjunkan kapal utama KN SAR Arjuna. Tak hanya dari jalur laut, pantauan dan pencarian dari udara juga dikerahkan menggunakan helikopter dari SGi Air Bali.
"Ya, kami masih fokus melakukan evakuasi sementara," ujarnya.
Evakuasi ini turut melibatkan TNI AL melalui KAL Lembar, Polres Lombok Barat, Polairud, pihak Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, kapal yacht yang melintas, hingga masyarakat nelayan setempat.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar saat melintas di Perairan Sekotong, Selat Lombok. (Dokumentasi/ Metro TV)
Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terjadi pada Rabu pukul 04.15 WITA. Saat itu, kapal sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.
Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA. Tim SAR segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.