Ilustrasi. Foto: Dok MI
Dolar AS Stabil, Investor Respons Sinyal Kebijakan Moneter The Fed
Eko Nordiansyah • 29 August 2026 09:30
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi satu minggu pada Jumat, 28 Agustus 2026. Ini setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memperingatkan bahwa bank sentral mungkin perlu terus memerangi inflasi, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Dikutip dari Investing, Sabtu, 29 Agustus 2026, indeks dolar terakhir berada di sekitar level 99,20, tidak banyak berubah pada hari itu, setelah sempat diperdagangkan di dekat level tertinggi satu minggu.
Mata uang AS tersebut sempat menguat menjelang pidato Warsh karena investor telah memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.
Pidato Warsh jadi sorotan
Warsh, yang berbicara pada simposium ekonomi Jackson Hole, mengatakan bahwa perbaikan inflasi baru-baru ini belum cukup untuk membentuk tren penurunan yang meyakinkan menuju target dua persen The Fed.Ia juga berpendapat bahwa kondisi keuangan tampaknya belum cukup restriktif, dengan merujuk pada kuatnya belanja konsumen, pasar kredit yang tangguh, dan investasi besar-besaran yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Pernyataan tersebut menjaga prospek pengetatan moneter lebih lanjut tetap terbuka, meskipun Warsh tidak memberikan panduan eksplisit mengenai apakah ia akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.
Ia lebih memilih pendekatan yang bergantung pada data (data-dependent) dibandingkan memberikan panduan ke depan (forward guidance) yang terperinci.
Reaksi dolar cenderung terbatas, mengingat pasar sudah mengantisipasi pesan yang relatif hawkish dari ketua baru The Fed tersebut. Imbal hasil obligasi Treasury tenor panjang dan nilai mata uang tetap menjadi indikator utama untuk melihat apakah investor menganggap komentar Warsh mengubah prospek kebijakan moneter AS secara signifikan.
Baca Juga :
Rupiah Menguat, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Gerak mata uang utama beragam
Euro bergerak datar di dekat level USD1,1652, sementara poundsterling diperdagangkan di kisaran USD1,3597.Dolar Australia tetap kuat di dekat level tertinggi tiga bulan dan berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut, sementara won Korea Selatan menguat setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi tiga persen.
Bagi dolar, fokus kini beralih ke data inflasi dan ekonomi AS yang akan dirilis untuk mengonfirmasi peringatan Warsh bahwa meredanya tekanan harga baru-baru ini mungkin belum mencerminkan tren disinflasi yang berkelanjutan.
Won Korea melonjak menyusul kenaikan suku bunga
Meskipun dolar AS mendominasi sentimen perdagangan secara umum, perbedaan kebijakan memicu pergerakan tajam pada pasangan mata uang kawasan Asia.Won Korea Selatan tampil sebagai mata uang dengan kinerja terbaik hari itu, di mana pasangan USD/KRW turun 0,7 persen ke level 1.371,60 won, level terkuatnya sejak Juli 2025.
Penguatan won semakin intensif saat investor mencerna keputusan Bank of Korea pada hari Kamis untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi tiga persen. Langkah ini menandai kenaikan suku bunga kedua berturut-turut dan mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi dalam 18 bulan.
Gubernur Bank of Korea Shin Hyun-song mengisyaratkan bahwa meskipun pengetatan kebijakan lebih lanjut masih menjadi opsi untuk meredam tekanan harga, penyesuaian di masa mendatang kemungkinan akan dilakukan secara bertahap seiring bank sentral mengevaluasi dampak kumulatif dari serangkaian kenaikan suku bunga yang dilakukan berturut-turut.
Yen dan rupee bergerak datar dalam kisaran terbatas
Di pasar valuta asing lainnya, pergerakan harga cenderung tertahan (bersifat defensif) menjelang pidato di Jackson Hole.Yen Jepang diperdagangkan hampir tidak berubah di level 159,40 per dolar, tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan tipis sebesar 0,3 persen. Mata uang ini tertahan di bawah ambang batas penting 160, didukung oleh ekspektasi pasar yang masih ada bahwa Bank of Japan dapat kembali menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan September.
Rupee India juga diperdagangkan datar terhadap dolar, bergerak di kisaran yang sama seperti belakangan ini, sementara para pelaku pasar mengambil sikap waspada menjelang arahan dari bank sentral AS.