Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka ke Rp17.713 per USD Selasa Pagi
Eko Nordiansyah • 1 September 2026 09:10
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan tipis. Rupiah menguat sedikit terhadap dolar AS meskipun ketidakpastian global masih berlanjut.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 1 September 2026, rupiah berada di level Rp17.713 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik sembilan poin atau setara 0,05 persen dari Rp17.722 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.741 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.698 per USD.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah diprediksi melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif namun ditutup melemah. Mata uang rupiah diproyeksi bergerak di rentang Rp17.720 per USD hingga Rp17.780 per USD.Analis mata uang Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh memanasnya hubungan antara AS dan Iran. Selain saling melancarkan serangan, menurut Ibrahim, negosiasi untuk mengakhiri konflik juga menemui jalan buntu.
Sementara itu, ia mengungkapkan, para mediator berupaya membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi salah satu jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah pada akhir Februari 2026.
Selain faktor geopolitik, sentimen terhadap rupiah juga berasal dari pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Pasar kini meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
"Kombinasi meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter AS tersebut menjadi sentimen yang diperhatikan pelaku pasar dalam pergerakan rupiah," kata dia.