Suasana tempat kejadian perkara penemuan jasad WNA asal Korea Selatan di Tambun Selatan, Bekasi. (Metrotvnews.com/Antonio)
WNA Korsel Tewas di Bekasi, Polisi Koordinasi dengan Dubes dan Periksa 6 Saksi
Antonio • 28 May 2026 19:59
Bekasi: Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penemuan warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) berinisial SBC yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Kampung Buaran RT 04 RW 02, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Polisi telah memeriksa enam saksi dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan terkait penanganan kasus tersebut.
Kapolsek Tambun, Kompol Wuryanti mengatakan jenazah korban telah menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Sebelum autopsi dilakukan, penyidik terlebih dahulu meminta persetujuan dari pihak Kedutaan Besar Korea Selatan dan keluarga korban.
“Untuk tindak lanjutnya, saat ini jenazah almarhum sudah dilakukan autopsi. Sebelum autopsi, penyidik juga sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea dan meminta persetujuan autopsi dari pihak kedutaan maupun keluarga korban,” kata Wuryanti, Kamis, 28 Mei 2026.
Baca Juga :
“Untuk sementara masih dalam tahap penyelidikan. Saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak enam orang. Terkait motif dan sebagainya nanti akan kami sampaikan setelah seluruh tahapan penyelidikan selesai,” ujarnya.
Ia menambahkan, korban pertama kali ditemukan oleh putrinya pada Rabu sore, 27 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah.
“Kronologisnya, kemarin sore sekitar jam 15.00 WIB yang bersangkutan diketahui pertama kali oleh putrinya sudah bersimbah darah,” kata Wuryanti.
Setelah menemukan korban, putri SBC kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat sebelum diteruskan ke kepolisian.
“Kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa, kemudian baru ke kepolisian,” ujar Wuryanti.
(1).jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Polisi hingga kini belum membeberkan dugaan penyebab kematian korban maupun motif di balik kasus tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Sementara itu, warga setempat bernama Iyan, 21, mengatakan korban sudah lama tinggal seorang diri di lokasi tersebut. Ia mengetahui kejadian itu setelah warga mulai berkumpul di rumah korban.
“Sudah lama tinggal di sini, tinggal sendiri,” kata Iyan di Bekasi, Kamis, 28 Mei 2026.