Jumpa pers pengungkapan kasus pencurian sepeda motor oleh komplotan spesialis di Polsek Kalideres, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.
Gunakan Hasil Curanmor Buat Beli Sabu, Komplotan Kalideres Ditangkap
Fachri Audhia Hafiez • 25 May 2026 22:08
Jakarta: Polsek Kalideres mengungkap motif di balik aksi nekat lima anggota komplotan spesialis pencurian sepeda motor yang ditangkap di kawasan Jakarta Barat. Para pelaku diketahui menggunakan uang hasil penjualan motor curian tersebut untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu.
"Beberapa tersangka mengungkap bahwa hasil penjualan ini (sepeda motor curian) digunakan untuk membeli obat-obat serta sabu, narkotika," kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Rihold memaparkan, motor hasil curian tersebut biasanya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp3 juta hingga Rp4 juta per unit, tergantung dari kondisi dan jenis kendaraan. Kasus ini berhasil diungkap setelah polisi menerima laporan warga terkait aksi curanmor pada April tahun lalu.
Unit Reskrim Polsek Kalideres yang melakukan penyelidikan bergerak cepat menangkap para eksekutor pencurian sebelum akhirnya meringkus penadah hasil curian tersebut. Lima pelaku yang ditangkap berinisial RD, PM, MA, YD, dan AH.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini berbagi peran dari eksekutor hingga penadah, dan selalu membekali diri dengan kunci berbentuk huruf T untuk membobol target. Mereka mengaku sedikitnya sudah beraksi tujuh kali di kawasan Tegal Alur, Kalideres, dengan waktu operasi mulai dari sore hari hingga subuh.
Atas perbuatannya, para pelaku kini dijerat Pasal 477 KUHP baru dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.
Baca Juga :
Di sisi lain, Rihold mengapresiasi peran aktif Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di kawasan Tegal Alur yang dinilai sangat membantu proses penyelidikan pihak kepolisian melalui kesaksian warga yang berpatroli malam.
"Siskamling ini sangat berperan karena keterangan saksi-saksi salah satunya dari Siskamling, warga kita yang memang berjaga pada malam hari. Ini sangat membantu penyidik kita untuk mengungkap kejadian-kejadian curanmor," ujar Rihold.
Rihold juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam mengamankan kendaraan roda dua mereka. Ia meminta warga tidak segan memanfaatkan layanan darurat kepolisian jika melihat adanya potensi gangguan keamanan.
"Kemudian, tolong masyarakat jika memang ada kejadian, ada gangguan Kamtibmas, segera lapor ke 110. Itu sangat bermanfaat bagi masyarakat karena itu langsung direspons oleh kepolisian terdekat," ucap dia.