Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.827 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.827 per USD

Eko Nordiansyah • 16 February 2026 09:53

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat tipis atas dolar AS yang masih tertekan.

Mengutip data Bloomberg, Senin, 16 Februari 2026, rupiah berada di level Rp16.827 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sembilan poin atau setara 0,05 persen dari Rp16.836 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.839 per USD. Mata uang Garuda justru melemah tipis dibandingkan pada pembukaan perdagangan sebesar Rp16.835 per USD.

Baca Juga :

Dolar AS Diprediksi Masih Tertekan



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman mengatakan penguatan rupiah seiring data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan. Rupiah diprediksi berkisar Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan,” ucapnya dilansir dari Antara.

Tercatat, data inflasi AS naik 0,2 persen month to month (mom), lebih rendah dari dugaan sebesar 0,3 persen. Secara year on year (yoy), inflasi AS mengalami penurunan dari 2,7 persen menjadi 2,4 persen, lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 2,5 persen.

“Penurunan pada inflasi AS disebabkan oleh dampak tarif yang sudah mulai menghilang,” ungkap Lukman.

Namun, lanjutnya, penguatan diperkirakan terbatas mengingat sentimen domestik umumnya masih negatif mengingat adanya penurunan peringkat kredit, tuntutan float dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

Selain itu, pelemahan dolar AS disebut tak terlalu besar, karena data pekerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang sudah dirilis beberapa hari yang lalu jauh lebih kuat dari perkiraan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)