Kemendagri Tetapkan Provinsi Terbaik Jawa-Bali 2026, Bali Borong Dua Penghargaan

Provinsi Bali menerima penghargaan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Yogyakarta. (Foto: Dok. Metro TV)

Kemendagri Tetapkan Provinsi Terbaik Jawa-Bali 2026, Bali Borong Dua Penghargaan

Patrick Pinaria • 5 June 2026 15:59

Yogyakarta: Sejumlah pemerintah provinsi di wilayah Jawa dan Bali meraih penghargaan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan diberikan kepada daerah yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik dalam empat kategori pembangunan, yakni Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penurunan Tingkat Pengangguran.

Provinsi Bali menjadi daerah yang paling banyak meraih penghargaan pada ajang tersebut. Bali berhasil menempati posisi terbaik pertama dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting serta kategori Pengendalian Inflasi.

Pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penghargaan terbaik pertama diberikan kepada Provinsi Bali dengan apresiasi sebesar Rp3 miliar. Sementara Provinsi Jawa Barat menempati posisi terbaik kedua dengan apresiasi sebesar Rp2 miliar.

Dalam kategori Creative Financing, Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan terbaik pertama dan memperoleh apresiasi sebesar Rp3 miliar. Provinsi Banten menempati posisi terbaik kedua dengan apresiasi sebesar Rp2 miliar.

Sementara itu, pada kategori Pengendalian Inflasi, Provinsi Bali kembali meraih penghargaan terbaik pertama dengan apresiasi Rp3 miliar. Daerah Istimewa Yogyakarta memperoleh penghargaan terbaik kedua dengan apresiasi sebesar Rp2 miliar, sedangkan Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan terbaik ketiga dengan apresiasi Rp1 miliar.
 

Baca Juga:

Bali, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah Raih Apresiasi Kemendagri atas Kinerja Pengendalian Inflasi


Untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Provinsi Jawa Timur berhasil menjadi penerima penghargaan terbaik pertama dengan apresiasi sebesar Rp3 miliar. Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi terbaik kedua dan memperoleh apresiasi sebesar Rp2 miliar.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan data objektif yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil penilaian tim yang melibatkan berbagai pihak.

Menurut Tito, pelaksanaan apresiasi secara regional bertujuan memberikan ruang kompetisi yang lebih setara bagi pemerintah daerah sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

"Kita tidak lagi melakukan iklim kompetitif tingkat nasional agar daerah kecil tidak kalah dengan daerah besar karena kemampuan fiskalnya. Datanya objektif mengambil dari BPS," kata Tito.

Ia menjelaskan pemerintah memberikan insentif fiskal kepada daerah berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas kinerja yang telah ditunjukkan. Juara pertama memperoleh apresiasi sebesar Rp3 miliar, juara kedua Rp2 miliar, dan juara ketiga Rp1 miliar.

Tito berharap penghargaan tersebut dapat memacu semangat pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Kita berikan reward kepada rekan-rekan atas kinerjanya supaya timbul iklim kompetisi dan semangat saling bersaing secara sehat," ujarnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan penghargaan yang diterima pemerintah daerah hendaknya dimaknai sebagai dorongan untuk terus menghadirkan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.

"Prestasi adalah titik pijak, bukan titik akhir. Penghargaan malam ini bukan penanda berakhirnya tugas, melainkan penegasan bahwa tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti," kata Sri Sultan.

Melalui ajang apresiasi tersebut, Kemendagri berharap berbagai capaian yang diraih pemerintah provinsi dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

(Rosa Anggreati)