Rupiah Ditutup ke Rp17.243/ USD Selasa Sore

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Ditutup ke Rp17.243/ USD Selasa Sore

Eko Nordiansyah • 28 April 2026 16:21

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelamahan. Rupiah masih tertekan usai melemah pada pagi tadi.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 28 April 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.243 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 32 poin atau setara 0,19 persen dari posisi Rp17.211 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance justru menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp17.220 per USD. Rupiah memguat tipis dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp17.222 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.245 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.227 per USD.



(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)

Negosiasi perdamaian AS-Iran jalan lagi

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pedagang yang mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan dilaporkan akan tiba di Islamabad pada Jumat malam untuk membahas proposal untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah pembicaraan gagal awal pekan ini.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran. Kemudian, Trump mengatakan Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS.

Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut.

"Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti," jelas Ibrahim.

Di sisi lain, lanjut Ibrahim, lembaga pemeringkat utang atau kredit global Moody's telah mengumumkan rating untuk beberapa negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, Moody's mengumumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI sejak Februari 2026.

Hasilnya adalah peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak diinvestasi), namun dengan outlook rating direvisi dari stabil menjadi negatif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)