Ilustrasi penyampaian pendapat. Foto: Freepik.com.
Tabayun dalam Menyampaikan Kritik di Ruang Publik Dinilai Penting
Fachri Audhia Hafiez • 3 May 2026 21:00
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyoroti sebuah unggahan video petinggi Partai Ummat yang tengah memicu polemik di ruang publik. Idrus menilai narasi yang dibangun mencerminkan minimnya penerapan prinsip tabayun atau verifikasi sebelum melontarkan tudingan.
“Kalau memang ingin menjadi moralis sejati, justru tabayun itu wajib. Tanpa itu, kritik bisa berubah menjadi fitnah. Mari biasakan tabayun agar ruang publik kita tetap sehat dan bermartabat,” ujar Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.
Baca Juga :
Tokoh Nasional Diminta Tak Menyesatkan Publik
Idrus menegaskan bahwa meskipun demokrasi menjamin kebebasan berpendapat, hal tersebut tidak boleh dimaknai tanpa batas. Ia menekankan bahwa dalam perspektif agama maupun etika komunikasi publik, tabayun merupakan proses menyeluruh yang wajib dipegang teguh guna menghindari disinformasi.
“Tabayun itu bukan sekadar cek fakta. Ada proses menyeluruh—mulai dari memeriksa kredibilitas sumber, isi informasi, hingga memberi ruang klarifikasi kepada pihak yang dituduh. Tanpa itu, kita berisiko terjebak dalam disinformasi,” ucap Idrus.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu juga mengingatkan dampak serius dari penyebaran tuduhan yang menyangkut moralitas seseorang tanpa bukti valid. Hal ini menurutnya dapat merusak tatanan sosial dan stabilitas politik nasional.
.jpg)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Dia juga mengapresiasi tindakan tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang melakukan take down terhadap konten tersebut. Langkah administratif itu dinilai tepat untuk menjaga kualitas informasi di ruang digital dari narasi fitnah dan ujaran kebencian.
“Langkah Komdigi sudah tepat dan proporsional. Ini bukan soal membungkam kritik, tetapi menjaga ruang publik dari konten yang mengandung fitnah dan disinformasi,” kata Idrus.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com