Armada misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla berusaha menembus blokade Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Israel Tahan 430 Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI
Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 14:30
Tel Aviv: Otoritas Israel mengatakan sebanyak 430 aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sedang dipindahkan ke wilayah Israel setelah kapal mereka dicegat di laut.
Kapal-kapal Global Sumud Flotilla berlayar dari Turki pekan lalu sebagai bagian dari upaya terbaru para aktivis untuk menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel untuk bertemu perwakilan konsuler masing-masing.
"Flotilla ini sekali lagi membuktikan dirinya tidak lebih dari aksi propaganda untuk kepentingan Hamas," kata juru bicara tersebut, dikutip dari TRT World, Rabu, 20 Mei 2026.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam armada bantuan itu dan menyebutnya sebagai "skema jahat yang dirancang untuk menembus blokade yang kami berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza."
Sekitar 50 kapal berangkat dari wilayah barat daya Turki pada Kamis lalu.
Situs pelacak lokasi armada kemudian menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus Selatan yang dikelola Yunani.
Indonesia Minta Israel Bebaskan Aktivis
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam armada tersebut "seluruhnya dilaporkan ditangkap Israel."Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak yang ditahan.
“Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan pelindungan ke-9 WNI tersebut,” ujar Yvonne.
Turki dan Spanyol turut mengecam pencegatan armada bantuan tersebut.
Penyelenggara mengatakan flotilla juga membawa 15 warga Irlandia, termasuk Margaret Connolly yang merupakan saudara perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly.
Israel mengontrol seluruh pintu masuk ke Gaza yang telah diblokade sejak 2007.
Selama perang Israel di Gaza, wilayah tersebut mengalami kekurangan parah makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya, sementara Tel Aviv beberapa kali menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya.
Upaya flotilla sebelumnya juga dicegat bulan lalu di perairan internasional dekat Yunani dan sebagian besar aktivis kemudian dipulangkan ke Eropa.
Baca juga: Menlu RI Pastikan Pemerintah Terus Berupaya Lindungi 9 WNI yang Ditahan Israel