Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
Pemerintah Alokasikan Rp820,9 Triliun Anggaran Pendidikan 2027, untuk MBG Rp240 Triliun
Eko Nordiansyah • 15 August 2026 18:55
Jakarta: Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp820,9 triliun untuk belanja program pendidikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Alokasi itu tumbuh 13,9 persen bila dibandingkan proyeksi (outlook) anggaran pendidikan pada APBN 2026 sebesar Rp720,8 triliun.
“Sesuai UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Anggaran pendidikan rencananya disalurkan melalui belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp490,7 triliun, transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp277,1 triliun, serta pembiayaan Rp53 triliun.
Rencana pemanfaatan program pendidikan antara lain untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 22,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa, dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) non pegawai negeri sipil (PNS) untuk 1,3 juta guru.
Anggararan MBG
Untuk anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027, Purbaya menyebut akan bertambah menjadi sekitar Rp240 triliun, dimana pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp229 triliun. Dari total anggaran tersebut, untuk Program MBG dialokasikan bagi 60,6 juta penerima.
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Anggaran renovasi sekolah hingga BOS
Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda, renovasi 12.215 unit sekolah dan madrasah, serta pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan operasional 166 Sekolah Rakyat.Selanjutnya, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 54,2 juta siswa, Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) untuk 6,3 juta peserta didik, TPG aparatur sipil negara daerah (ASND) untuk 1,7 juta guru di daerah, serta tambahan penghasilan (tamsil) ASND untuk 20,7 ribu guru di daerah.
Anggaran juga disalurkan untuk BOP 148 museum dan taman budaya serta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.